Modul 1
Pengertian – pengertian dasar hubungan masyarakat
Kegiatan belajar 1
Humas (public relations) dinyatakan oleh gruning
adalah kegiatan manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dengan berbagai
macam publiknya. Empat elemen dasar humas adalah manajemen, komunikasi,
organisasi dan publik.
Johnston dan zawawi mendefinisikan publik adalah
sekelompok orang yang memiliki kepentingan atau kepedulian yang sama. John
dewey menyatakan ciri-ciri publik adalah : ada permasalahan yang dihadapi
bersama, permasalahan tersebut benar-benar ada dan harus diselesaikan, dan
mengorganisir diri untuk melakukan sesuatu serta mencari solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi. Salah satu fungsi humas adalah mengindentifikasi
siapa saja yang menjadi publik organisasi yang diwakilinya.
Cutlip, center dan broom mendefinisikan humas
sebagai salah satu fungsi manajemen yang harus ada didalam sebuah organisasi.
Fungsi manajemen kegiatan kehumasan bertugas untuk : mengevaluasi sikap dan
opini publik, mengindentifikasi serta menyesesuaikan kebijakan-kebijakan
organisasi dengan kepentingan publik, merencanakan serta melaksanakan
program/kegiatan kehumasan agar organisasi dapat mencapai saling pengertian
serta diterima keberadaannya oleh publik.
Tugas kehumasan meliputi : pengindentifikasian,
perencanaan dan pelaksanaan.
Don barnes menyatakan ada 4 fungsi humas dalam
organisasi : memberikan saran kepada pihak manajemen, mengoordinasikan berbagai
kegiatan komunikasi organisasi, menyediankan sarana bagi upaya organisasi untuk
berkomunikasi dan mencari tahu ingormasi tentang opini publik terhadap
organisasi.
2 fungsi dasar humas adalah : humas sebagai penyampai
informasi dan humas sebagai pencari informasi.
Kegiatan belajar 2
Profesi humas muncul pertama kali tahun 1830 di
amerika serikat (gruning dan hunt), pada waktu itu public relations belum
terkenal yang populer adalah istilah press agents/press agentry. Setelah
seringnya muncul surat kabar penny press bertugas untuk memopulerkan seorang
calon bintang atau bintang yang sudah mulai pudar namanya. Phineas T. Barnum
adalah seorang press angent yang laris pada waktu itu.
Pratik humas di era modern adalah sebuah upaya
menjalin komunikasi dua arah yang seimbang antara sebuah organisasi dengan para
publiknya. Era public information merupakan evolusi kedua dari kajian kehumasan
sifat komunikasinya masih satu arah, yang dimaksud komunikasi satu arah adalah
organisasi telah memulai komunikasi dengan publik namun aliran pesannya hanya
berjalan dari organisasi ke publik saja dan tidak sebaliknya.
Era berikutnya adalah era humas dua arah asimetris :
pertama feedback dari publik telah diperhatikan oleh pihak organisasi, kedua
walaupun tipe komunikasinya telah dua arah, namun belum sempurna.
Era terakhir adalah era humas dua arah simetris : di
era ini komunikasi yang terbentuk telah memenuhi persyaratan komunikasi dua
arah yang seimbang.
Kegiatan belajar 3
Perbedaan humas dan pemasaran yaitu dalam hal
kegiatan yang dilakukan, serta orang orang yang menjadi publik humas maupun
pemasaran. Pemasaran biasaya dipahami sebagai segala kegiatan yang berhubungan
dengan penjualan dan pembelian barang dan jasa, sedangkan kehumasan tidak
semata mata bertujuan untuk mencari keuntungan (johnston dan zawawi). Kegiatan
kehumasan lebih luas ruang lingkupnya daripadi pemasaran. Persamaan antara
humas dan pemasaran adalah keduanya sama sama merupakan fungsi manajemen sebuah
organisasi.
Periklanan merupakan bagian dari marketing
mix/bauran pemasaran yang terdiri atas 4p yaitu : product, placement, price,
dan promotion. Iklan merupakan bagian dari promotion. Iklan juga dipahami
sebagai kegiatan membeli ruang dan waktu di media massa yang akan dipakai untuk
menyampaikan pesan tertentu kepada khalayak. Iklan tergolong metode komunikasi
yang bisa dikontrol hasil dan dampaknya oleh mereka yang beriklan (johnston dan
zawawi). Contoh metode komunikasi yang tidak bisa dikontrol adalah publisitas.
Cutlip, center dan broom (1985) : mendefinisikan
publisitas sebagai informasi yang berasal dari pihak luar yang digunakan oleh
media massa berdasarkan nilai berita yang dimiliki oleh informasi tersebut.
Publisitas merupakan metode komunikasi yang tidak bisa dikontrol karena diliput
tidaknya sebuah berita oleh media massa tergantung dari layak muat tidaknya sebuah
berita. Dari aspek kredibilitas pesan publisitas biasanya dianggap memiliki
nilai yang lebih tinggi.
Istilah propaganda pertama kali digunakan pada tahun
1622 oleh gereja katolik untuk menetapkan sacra congregatio de propaganda fide.
Istilah corporate communication biasanya digunakan
oleh profesi humas di perusahaan besar, istilah ini biasanya dipakai untuk
membedakan peran humas dengan peran marketing, berfungsi yang bertanggung jawab
terhadap reputasi corporate atau organisasi sementara marketing berfungsi yang
berkaitan dengan citra merek. Reputasi mengandung aspek yang lebih luas jika
dibandingkan dengan citra. Dalam menjaga sebuah reputasi kita harus memikirkan
aspek kredibilitas, sejarah panjang perusahaan dan kultur organisasi.
Cutlip menyatakan public affairs dipandang sebagai
sebuah fungsi khusus untuk menangani kegiatan kegiatan pelayanan kepada
masyarakat. Kegiatannya meliputi pemberian informasi tentang layanan publik,
kampanye untuk mendukung program pemerintah dan semacamnya. Istilah public
affairs dipakai oleh organisasi profit perusahaan untuk fungsi goverment
relations yang mereka miliki. Public information officer biasanya bekerja di
kantor pemerintah pusat kepresidenan dan kantor pemerintahan daerah.
Istilah marketing communication (marcomm) atau
marketing public relations (MPR) biasanya digunakan oleh mereka yang bertugas
melakukan kegiatan kehumasan dalam sebuah departemen pemasaran. Kegiatan
kegiatan tersebut adalah kegiatan teknis yang erat kaitannya dengan promosi
produk, mengorganisasikan event , mengurus publikasinya serta kegiatan
sponsorship.
Modul 2
Dimensi Historis pratek humas
Kegiatan belajar 1
Mulyadi (2000) menyebutkan bahwa manusia perlu
berinteraksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan
psikologis untuk mendapatkan sukses dan kebahagiaan. Humas adalah kegiatan
untuk membangun hubungan antara dua pihak didasari oleh saling percaya,
mengerti dan mempengaruhi. Gejala humas adalah hubungan yang dibangun untuk
menjaga keberlangsungan hidup manusia.
Newson, turk dan kruckerberg (1996) menyatakan bahwa
pada awal keberadaan manusia telah ada gejala kegiatan humas. Ia juga
menyembutkan bahwa hasil karya seni seperti pyramid, candi, prasasti merupakan
bentuk media komunikasi untuk mempersuasif public pada saat itu.
Gejala awal munculnya kegiatan humas dapat dilihat
pada jaman romawi, yakni dengan populernya sebutan rumores, box popul, res
republic yang diterjemahkan sebagai peristiwa umum republic. Puncak kejayaan
romawi terjadi pada masa pemerintahan Julius Caesar, ditandai dengan munculnya
seorang ahli pidato Cicero dan munculnya surat kabar pertama (acta diurna).
Setelah runtuh baru pada abad pertengahan di eropa muncul gerakan renaissance,
gilda adalah perkumpulan para pengusaha yang berbasis home industry dan
bergerak dalam usaha kecil.
Ditemukan mesin uap oleh james watt (1769) menjadi
tongak perubahan pada pola ekonomi. Dampak dari penggunaan mesin adalah
menurunnya kepercayaan public pada para produsen dan hal ini menjadi ancaman
serius bagi perusahaan.
Di amerika perkembangan humas dimulai sejak 1883.
Baskin dan aronoff (1988) menyebutkan bahwa perkembangan humas di amerika
diawali oleh perusahaan AT&T (American telephone and telegrah) yakni
perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi. George westhinghouse (1889)
pendiri industry raksasa, pertama kali membentuk departemen humas dan
mengangkat E.H Heinrichs.
Perkembangan humas diamerika dapat dibagi menjadi tiga
periode yaitu :
- manipulation period, pada periode ini humas masih dalam taraf sebagai press agents.
- Information, periode ini dimulai pada tahun 1900 humas berkembang lebih maju yakni sebagai alat perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada public, pada periode ini dikenal seorang pionir humas Edward L. bernays yang memelopori perkembangan humas sebagai ilmu pengetahuan. Ivy Ledbetter Lee yang disebut sebagai the father of public relations, ia adalah seorang wartawan, Lee juga pernah menjadi penasehat utama raja minyak amerika john d rockefeler (1914). Prinsip-prinsip lee adalah mengembangkan hubungan yang baik antara perusahaan dengan pegawai dan media, prinsip lee yang lain adalah menyediakan berbagai informasi yang cepat akurat yang menyangkut kepentingan umum. Lee berhasil membangun humas sebagai komunikasi yang berasaskan ketulusan (candor) dan kebenaran (truth). Ia juga mendeklarasikan declaration of principles.
- Mutual influence and understanding period, adalah periode dimana humas berperan dalam membangun hubungan yang saling mempengaruhi dan saling memahami. Jeffkins (1995) menyebutkan bahwa humas modern mulai diterapkan pertama kali di eropa dan di amerika serikat justru bukan di lembaga bisnis namun di lembaga pemerintah. Ia juga menyebutkan Lioyd George yang menjabat sebagai chancellor of the exchequer atau bendahara Negara mengorganisir sebuah tim khusus bertugas member penjelasan tentang rancangan pensiun untuk lanjut usia yang pertama di dunia. Setelah perang dunia ke 2 antara tahun 1926 – 1933 di inggris berlangsung upaya kehumasan terbesar, pada saat itu sir Stephen tallent menjadi presiden pertama lembaga formal yang mengembangkan humas yakni institute of public relations (1948) yang dibentuk di inggris dan amerika.
Fungsi humas yang menginternasional mulai dikenal
sejak tahun 1980 – 1990. Newsom turk dan kruckeberg (1996) menyebutkan bahwa
pertumbuhan humas pada decade ini ditandai dengan berubahnya masyarakat dunia
yang tidak lagi terpisah oleh jarak sebagai akibat berkembangnya teknologi
komunikasi. Ia juga menyebutkan bahwa perubahan ekonomi dunia mendorong para
pelaku bisnis melakukan perubahan dalam berbisnis lebih efisien dengan tingkat
kompetisi tinggi disinilah praktisi humas berperan dalam perkembangan bisnis.
Humas berkembang pesat sejak pecahnya Negara komunis uni soviet. Tanpa opini
public humas tidak berfungsi. Pada tahun 1990 – 2000, fungsi humas tidak lagi
mengenal batas ruang dan waktu. Hal ini ditandai dengan melebarnya peran humas
secara geografis maupun fungsional. Secara geografis dengan lahirnya cyberspace
(teknologi internet) menjadikan hubungan antar Negara dan antar perusahaan
tidak lagi dibatasi oleh batas batas fisik.
Susanne elizabeth gaddis menjelaskan praktisi humas
dapat melakukan survey, interview, focus group, promosi melalui internet.
Kegiatan belajar 2
Sistem politik dicina menganut sistem tertutup.
Dilembaga pemerintah humas berperan sebagai penyampai informasi menyampaikan
kebijakan kebijakan penguasa kepada rakyatnya. Siramesh (2004) menambahkan
bahwa dalam sistem yang demikian pers sangat dikontrol pemerintah sehingga pers
hanya berfungsi menyampaikan informasi satu arah dari pemerintah kepada rakyat
dan tidak sebaliknya. Faktor budaya menjadi salah satu faktor penghambat
perkembangan humas di indonesia. Budaya patenalistik, feodalistik, ewuh pekewuh
(sungkan), menjadikan fungsi humas tidak maksimal. Budaya paternalistik
menjadikan pola hubungan yang vertikal / atasan selalu benar. Sementara budaya
feodalistik adalah budaya yang menempatkan atasan bukan sebagai partner kerja
namun sebagai majikan. Budaya ewuh pekewuh adalah budaya yang menempatkan
bawahan tidak berani mengkritik dan menegor atasan sekalipun atasan melakukan
kesalahan.
Humas di asia dapat kita telusuri dari negeri
cina. Mark mcelreath, ni chen, lyudmila azarova dan valeria ahdrova dalam heath
(2000) menyebutkan bahwa sejarah humas dicina dimulai sejak ribuan tahun lalu.
Seorang filosof cina yang bernama conflucius mengajarkan bahwa bagaimana
menggunakan komunikasi yang harmonis sebagai jalan membangun relasi untuk
menyelesaikan konflik sosial. Sejak cina diperintah oleh pemerintahan komunis
humas berfungsi sebagai lembaga penyampai informasi dan komunikasi bersifat
searah. Sriramesh menyebutkan di india profesi humas dapat berkembang dengan
pesat karena negara ini menerapkan sistem pemerintahan yang demokratis. Perkembangan
humas di india dapat dilihat dengan terbentuknya organisasi profesi kehumasan
seperti PRSI (the public relations society of india).
Pada saat pemerintahan soekarno konsep humas pertama
kali dikenal di lembaga pemerintahan. Bahasa indonesia menerjemahkan public
relations sebagai hubungan masyarakat. Humas di lembaga pemerintahan berfungsi
sebagai penyampai informasi pemerintah kepada rakyat, komunikasi yang berjalan
adalah komunikasi satu arah. Departemen penerangan juga berperan sebagai
koordinator organisasi kehumasan yakni bakohumas (badan koordinator kehumasan)
yang dibentuk tahun 1971. Tahun 1972 humas secara profesional mulai dikenal
dengan dibentuknya Perhumas (persatuan humas) dan pada tahun 1987 berdiri
Asosiasi perusahaan public relations indonesia (APPRI). Ananto menyebutkan
bahwa semasa pemerintahan soeharto pertumbuhan ekonomi amat pesat hal ini
karena didukung oleh pembangunan infrastruktur yang luar biasa. Humas
pemerintah tidak hanya sebagai penyampai informasi namun di beberapa lembaga
bumn humas telah berfungsi sebagai penghubung kepentingan perusahaan dan
stakeholder.
Kegiatan belajar 3
Vercic, gruning and gruning dalam sriramesh (2004)
menyebutkan bahwa perkembangan humas dipengaruhi oleh variabel lingkungan
masing-masing negara. Faktor faktor yang mendorong perkembangan humas adalah :
demokratisasi kehidupan politik, industrialisasi, perkembangan teknologi
komunikasi, privatisasi dan liberalisasi perekonomian dan penerapan good
governance.
Freedom dalam sriramesh (2004) bahwa sistem politik
sebagai pendorong perkembangan humas adalah demokrasi. Menurut sriramesh dalam
pasar bebas dengan kompetisi yang terbuka strategi humas diperlukan untuk
memenangkan persaingan. Humas berperan dalam membangun citra lembaga bisnis,
citra produk dan citra corporate.
Ditemukannya mesin cetak oleh johan gutenberg, memacu
perkembagan teknologi komunikasi. Mesin cetak mendorong berkembangnya surat
kabar. Pada era cyber, humas semakin lebih mudah dan praktis. Komunikasi dan
riset dapat dilakukan melalui internet. Privatisasi dan liberalisasi
perekonomian menjadikan peluang bisnis lebih terbuka dan kompetitif.
Modul 3
Kedudukan dan peran humas dalam organisasi
Kegiatan belajar 1
Menurut grunig dan hunt (1984), sebuah sistem terdiri
atas aspek aspek sebagai berikut : environment (lingkungan), boundary
(pembatas), input (masukan), output (keluaran), throughput dan feedback (umpan
balik). Organisasi sebagai sebuah sistem yang memiliki batas batas wilayah yang
jelas, hidup pada sebuah lingkungan tertentu.
Sistem tertutup adalah sebuah sistem yang tidak
berinteraksi dengan lingkungannya. Ketika sebuah sistem tidak bisa lagi
memenuhi kebutuhan serta menyerap keluarannya sendiri, atau dengan kata lain ia
memerlukan atau bergantung pada sistem yang lain atau lingkungannya untuk bisa
bertahan hidup, maka sistem tersebut secara otomotis telah berubah menjadi
sistem yang terbuka.
Humas adalah fungsi yang diperlukan oleh sebuah
organisasi yang menganut sistem terbuka untuk mengelola hubungan atau interaksi
serta komunikasi antara organisasi dengan pihak pihak luar tersebut. Grunig dan
hunt (1984) menyebut humas dengan istilah boundary spanner, karena posisinya
yang mengantarai atau berada di perbatasan manajemen pusat dengan bagian bagian
lain yang ada di dalam organisasi serta antara organisasi dan lingkungannya.
Kehadiran humas dalam organisasi menjadi sangat
diperlukian karena humaslah yang bertugas sebagai perantara atau penghubung
antara organisasi dengan lingkungannya.
Kearney (1984) seorang antropolog menyatakan bahwa
worldview adalah a set of images or assumptions about the world. Sementara Kuhn
(1970) menyatakan bahwa worldview adalah a paradigm that stands for the entire
constellation of beliefs, values, techniques and so on shared by the member of
a given community. Worldview adalah semacam paradigm yang dianut oleh suatu
masyarakat.
Menurut grunig (1989) ada dua jeni worldview yang bisa
dianut adalah : symmetrical worldview (paradigma simetris) dan
asymmetrical worldview (paradigma asimetris). Sebuah organisasi agar bisa
bertahan dalam lingkungan dengan baik dan mampu menjalin hubungan yang positif
dengan lingkungan tersebut sebuah organisasi memerlukan paradigma yang
simetris. Sebaliknya sebuah organisasi tidak akan dapat bertahan lama dalam
sebuah lingkungan jika ia memiliki seperangkat paradigma yang asimetris.
Paradigma yang asimetris tersebut adalah :
- Internal orientation (berorientasi ke dalam) : para anggota organisasi tersebut hanya bisa melihat kepada dirinya sendiri namun tidak mampu membayangkan bagaimana orang lain memandang organisasi tersebut.
- Closed system : informasi hanya bergerak ke luar dari organisasi namun tidak ada informasi yang masuk ke dalam organisasi.
- Efficiency : efisiensi adalah segala galanya bagi organisasi.
- Elitism : menganggap pimpinan organisasi sebagai yang paling tahu dan yang paling bijak.
- Conservatism : organisasi enggan untuk berubah
- Tradition : tradisi turun temurun dalam organisasi tersebut dianggap sebagai pakem yang tidak bisa diubah ubah lagi bahkan bila tradisi tersebut tidak sesuai lagi dengan perubahan jaman.
- Central authority : kekuasaan harus terkonsentrasi pada segelintir orang yang ada di pucuk pimpinan perusahaan.
Paradigma yang simetris adalah :
- Interdependence : organisasi menyadari bahwa ia tidak bisa mengisolasi diri dari lingkungan sekitar.
- Moving equilibrium : organisasi sebagai sebuah sistem bisa saja berupaya untuk mencapai kondisi equilibrium yaitu kondisi yang stabil namun ia harus menyadari bahwa kondisi stabil tersebut tidak akan selamanya bertahan.
- Equity : organisasi beroperasi atas dasar persamaan hak antar manusia.
- Autonomy : memberikan otonomi yang cukup luas kepada karyawan.
- Innovation : organisasi bersikap fleksibel atau luwes dalam menghadapi adanya gagasan gagasan baru dan tidak terpaku pada konsevatisme atau tradisi yang ketinggalan jaman.
- Decentralization of management : ada pendelegasian kewenangan yang memadai para manajer berperan lebih sebagai koordinator dari pada diktator.
- Responsibility : organisasi dan para anggotanya harus menyadari bahwa kehadiran mereka dalam suatu lingkungan memiliki dampak bagi sistem lain yang ada di lingkungan tersebut.
- Confliet resolution : organisasi bersikap terbuka terhadap adanya konflik.
Kegiatan belajar 2
Secara fungsional humas tidak harus ada sebagai state
of being atau sebagai sebuah bagian tersendiri dengan segala konsekuensi sebuah
bagian yang memiliki fasilitas ruang pimpinan dan staf tersendiri. Secara
struktural humas telah terlembagakan ke dalam bagian tersendiri. Dalam hal ini
djanaid (2000) mengklasifikasikan menjadi dua, yakni sebagai state of being dan
menthod of communication. Sebagai menthod of communication humas dipahami
sebagai sebuah aktivitas berhubungan dengan publik melalui pendekatan
komunikasi yang dilakukan oleh siapa saja yang berada dalam organisasi
tersebut. Sedangkan sebagai state of being humas telah terlembagakan ke dalam
bagian bagian dalam struktur organisasi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan humas
dalam organisasi adalah :
- Besar kecilnya organisasi : hal ini mencakup kemampuan sumber daya yang dimiliki organisasi.
- Kemauan pimpinan : beberapa kalangan memandang istilah media relation officer lebih tepat daripada public relations officer apabila maksud pimpinan mengangkat petugas humas untuk mengelola hubngan dengan media massa. Istilah jurnalist in house lebih tepat digunakan untuk petugas humas yang diberi wewenang dan deskripsi tugas mengelolah media internal. Cutlip, center dan broom (1985) menggambarkan bagaimanan kedudukan humas dalam sebuah organisasi : bahwa posisi humas idealnya diletakkan sejajar dengan fungsi fungsi penting organisasi lainnya. Sebuah organisasi besar biasa memiliki tiga lini manajemen yaitu manajemen lini atas, manajemen lini tengah (middle line management) serta manajemen lini bawah (lower line management).
Grunig dan hunt (1984) yang merujuk hasi karya broom
dan dozier mengidentifikasi peran humas sebagai teknisi dan peran sebagai
manajer. Tiga jeni peran manajer, yaitu :
- Expert preciber : peran peran sebagai ahli dan penasihat bagi manajemen.
- Communication facilitator : peran peran sebagai fasilitator komunikasi antara organisasi dan publiknya.
- Problem solving process facilitator : peran peran sebagai anggota tim yang dilibatkan dalam memecahkan masalah masalah organisasi.
Selanjutnya, dozier mengidentifikasi dua peran
ditingkat menengah, yaitu :
- Media relations role : tugas pratiksi humas adalah memastikan media selalu mendapat informasi dari organisasi/perusahaan dan menginformasikan kepada organisasi apa saja yang dibuthkan dan dikhawatirkan oleh media.
- Communication and liaison role : pratiksi humas bertidak sebagai perwakilan organisasi pada acara acara tertentu dan secara posotif menciptakan kesempatan kepada manajemen untuk berkomunikasi dengan para publik organisasi.
Kegiatan belajar 3
Tujuan kerja bagian SDM yaitu : terekrutnya pegawai
baru sesuai kebutuhan dan kompetensi, pelaksanaan pensiun pegawai dengan tepat
dan pemutusan hubungan kerja yang rasional, mutasi dan promosi jabatan dll.
Kontribusi humas dalam program mutasi dan promosi jabatan antara lain membantu
pegawai tersebut dalam hal adaptasi terhadap budaya dan lingkungan baru.
Kerja bagian hukum disebuah organisasi meliputi :
kontrak kerja, kontrak kerjasama, membuat tata aturan, mengontrol persoalan
persoalan organisasi dari aspek pelanggaran undang undang dan hukum yang
berlaku dll.
Thomas L. Harris adalah salah satu contoh orang
marketing yang melihat peluang kolaborasi humas dengan marketing kedalam suatu
konsep marketing publik relations (MPR).
Modul 4
Konsep publik bagi organisasi
Kegiatan belajar 1
Masyarakat (society) adalah wadah seluruh hubungan
social dengan seluruh jaringannya dalam arti umum tanpa ada batas tertentu.
Dari perspektif sosiologi istilah publik diartikan (Herbert Blumer dalam grunig
dan hunt, 1984) sekelompok orang yang 1) dihadapkan oleh sebuah isu, 2) memiliki
pendapat yang kontroversial tentang bagaimana isu tersebut diselesaikan, 3)
mendiskusikan cara cara atau solusi yang tepat bagi penyelesaian isu tersebut.
Jadi, dalam sosiologi kata publik diartikan sebagai kelompok masyarakat yang
memiliki pendapat beragam terhadap isu tertentu.
Menurut Bernard Honessy (1989) publik adalah kelompok
orang yang memiliki kepentingan pada persoalan tertentu. John Dewey dalam
Henessy (1989) mengatakan bahwa publik terdiri dari individu individu yang
bersama sama dipengaruhi oleh kegiatan atau cita cita tertentu. Dalam ilmu
komunikasi (dalam hal ini ilmu humas) publik didefinisikan sebagai sekelompok
orang yang memiliki kepentingan dan perhatian yang sama. Moore (1981) publik
adalah sekelompok orang dengan kepentingan yang sama serta memiliki pendapat
terhadap suatu isu yang menimbulkan pertentangan atau kontroversial.
Newson, turk, kruckerberg (1996) publik diartikan
sebagai sekelompok orang yang mempunyai keterkaitan dengan suatu organisasi.
Audiens adalah sekumpulan orang yang lebih tertarik pada pesan pesan media dan
bersifat pasif, sedangkan publik bersifat aktif. Jefkins (1995) publik dalam
public relations adalah kelompok orang yang berkomunikasi dengan suatu
organisasi, baik internal maupun eksternal. Dengan demikian pengertian publik
dalam public relations adalah sekelompok orang yang memiliki keterkaitan,
kepentingan yang sama dengan suatu organisasi dan bersifat aktif. Kepentingan
publik terhadap organisasi bersifat khusus dan spesifik.
Moore (1981) menyebutkan dalam publik terdapat ikatan
berupa kepentingan yang mempersatukan dan terciptanya suatu kesamaan pandangan
yang mengarah pada kebulatan terhadap suatu persoalan. Publik dalam organisasi
secara umum dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :
- Publik internal adalah orang orang yang berada di dalam organisasi.
- Publik eksternal adalah orang orang yang berada diluar organisasi yang memiliki kepentingan dan keterkaitan dengan organisasi.
Opini diartikan sebagai pernyataan atau ekspresi
tentang sesuatu hal dengan menggunakan bahasa verbal, yang disampaikan secara
terbuka dengan kata kata yang dapat ditafsirkan secara jelas ataupun dengan
kata kata halus dan tidak secara langsung dapat diartikan. Opini publik dapat
adalah pernyataan atau ekspresi sekelompok orang yang mempunyai kaitan dengan
suatu organisasi tentang suatu isu atau masalah. Opini publik berpengaruh pada
suatu organisasi, dan sebaliknya organisasi bisa mempengaruhi opini publik.
Dari perspektif sosiologi massa diartikan sebagai
sejumlah besar orang yang berkumpul di suatu tempat yang sama dan tertarik pada
suatu peristiwa. Dalam pengertian psikologi, massa adalah sekelompok orang yang
sangat banyak. Massa tidak selalu berada di tempat yang sama. Massa dalam
pengertia komunikasi adalah sejumlah besar orang yang tersebar secara
geografis, heterogen, anonim, yang menerima pesan pesan komunikasi melalui
media massa cetak dan elektronik (rahmat, 1997). Massa juga bersifat heterogen
yakni terdiri dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi dan psikologis.
Massa bersifat anonim yakni mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Bahwa
yang mengikat sekelompok orang menjadi massa adalah pesan pesan media. Massa
memiliki karateristik antara lain sejumlah besar orang, heterogen dalam latar
belakang demografi, memiliki ketertarikan pada suatu peristiwa atau masalah,
ada sesuatu yang mengikat dan mereka tidak saling mengenal.
Kelompok menurut Rahmat (1997) adalah sekumpulan orang
yang mempunyai tujuan dan ikatan yang mempersatukan mereka. Kelompok mempunyai
dua tanda psikologis, pertama anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok
yakni dalam sense of belonging (rasa memiliki) yang tida ada pada orang yang
bukan anggota kelompok, kedua adanya ketergantungan antar anggota kelompok
sehingga setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain.
Moore (1981) bahwa dalam publik terdapat ikatan berupa
kepentingan yang mempersatukan dan menciptakan suatu kesamaan pandangan yang
mengarah pada kebulatan terhadap suatu persoalan.
Kegiatan belajar 2
Istilah publik sering disamakan dengan istilah
stakeholder (kasali, 1994). Caroll dalam grunig (1992) mengatakan dalam
hubungan antara organisasi dan stakeholder terdapat unsur saling memperhatikan
atau saling berbagi. Stakeholder adalah individu individu yang tergabung dalam suatu
kelompok yang mempengaruhi tindakan, keputusan, kebijakan, praktik serta tujuan
organisasi (freeman dalam grunig, 1992). Kasali mengartikan stakeholder sebagai
setiap orang yang mempertaruhkan hidupnya pada perusahaan. Stakeholder dibagi
kedalam beberapa kategori dengan kriteria kepuasan yang diharapkan masing
masing stakeholders.
Freeman dalam grunig (1992) mengatakan bahwa untuk
mengetahui secara jelas siapa stakeholder seorang praktisi humas perlu
melakukan map (memetakan) siapa saja yang termasuk dalam stakeholder
organisasinya. Stakeholder dibedakan menjadi stakeholder internal dan
stakeholder eksternal. Freeman mengklasifikasikan stakeholder sebagai berikut :
owner (pemilik perusahaan), konsumen, pelanggan, kompetitor, media, karyawan,
kelompok kelompok yang memiliki kaitan dengan organisasi.
Stakeholder internal dirinci sebagai berikut :
- Owner/pemegang saham. Stakeholder ini tidak selalu ada dalam setiap organisasi. Kasali (1994) mengatakan bahwa dalam perusahaan yang masih menganut paham paternalistik, yakni memberikan peran besar pada orang yang dianggap senior atau tua.
- Manajer dan top executif.
- Karyawan. Karyawan adalah orang orang yang berada di dalam organisasi atau perusahaan yang tidak mempunyai jabatan struktural.
- Keluarga karyawan.
Stakeholder eksternal adalah unsur unsur yang
berada diluar kendali organisasi (kasali, 1994). Klasifikasi stakeholder
eksternal sebagai berikut :
- Konsumen. Konsumen adalah para pemakai produk yang tersendiri dari berbagai kelompok.
- Penyalur. Penyalur disebut juga sebagai distributor, adalah mereka yang menangani fungsi perantara antara produsen dan konsumen.
- Pemasok. Pemasok adalah stakeholder eksternal yang berfungsi memasok bahan baku, komponen produksi atau jasa bagi perusahaan.
- Bank. Bank merupakan lembaga komersial yang memeberikan pinjaman pada para produsen.
- Pesaing. Kasali (1994) menyebut bahwa pesaing bisa mendorong produsen dalam memperbaiki pelayanan, kualitas produk, harga dan sebagainya.
- Komunitas. Komuinitas yakni masyarakat atau penduduk yang menetap atau tinggal di sekitar lokasi perusahaan.
- Pemerintah. Pemerintah adalah lembaga yang mengatur kegiatan usaha.
- Kelompok pemerhati. Kelompok pemerhati atau bisa juga disebut kelompok penekan (pressure group), kelompok ini pendapatnya bisa mempengaruhi masyarakat dan berdampak pada organisasi.
- Media massa. Media massa merupaka stakeholder yang secara fisik jauh di luar organisasi. Pers merupakan lembaga yang dapat membentu pendapat publik.
Kegiatan belajar 3
Publik dalam kaitannya dengan humas adalah sekelompok
orang yang memiliki kepentingan dengan suatu organisasi. Publik kita kenal
dalam dua bagian yakni publik internal dan publik eksternal. Publik dapat
dikategorikan sebagai publik aktif dan publik laten. Publik yang vokal bisa
kita sebut sebagai publik aktif dan publik yang diam disebut sebagai pulik
laten atau pasif. Grunig (1992) membagi publik berdasarkan aktifitasnya sebagai
berikut :
- Aal issue publics, yakni publik yang aktif pada keseluruhan masalah.
- Apathetic publics, yakni publik yang tidak tertarik (tidak aktif) pada keseluruhan masalah.
- Single issue publics, yakni publik yang aktif pada bagian bagian tertentu dari suatu masalah, mereka memiliki kepentingan yang berbeda beda.
- Hot issue publics, yakni publik yang aktif pada satu isu tertentu menyangkut kepentingan umum. Publik ini biasanya mendapat dukungan dari media massa.
Publik aktif adalah publik yang berani menyampaikan
sikap dan Pendapatnya dalam bentuk verbal. Konformitas adalah kondisi dimana
orang akan mengambil resiko paling kecil dengan mengikuti suara terbanyak.
Publik laten adalah publik relatif tidak tertarik pada keseluruhan masalah.
Publik aktif menguntungkan organisasi karena opininya dapat menjadi indikator
citra dan reputasi organisasi. Sebaliknya publik laten karena tidak dapat
diindentifikasi, hal ini justru menyulitkan humas dalam mengelolanya.
Segmentasi adalah kegiatan membagi bagi pasar (konsumen) ke dalam kelompok yang
lebih homogen dengan harapan akan diperoleh respon. Segmentasi pasar dilakukan
dengan mengindetifikasi perilaku yang homogen pada kelompok tertentu atau
publik (kasali, 1994). Grunig (1992) mengatakan bahwa segmentasi berasal dari
konsep marketing paling berpengaruh dar modern. Kasali (1994) menyebutkan bahwa
banyak praktisi humas langsung menyusun program komunikasi berdasarkan
perkiraan.
Pendekatan segmentasi diperlukan untuk lebih
menajamkan sasaran dan membuat program lebih terarah. Dalam pemasaran (Kotler
& Andreasen dalam grunig, 1992) menyebut bahwa segmentasi dapat digambarkan
sebagai niche atau ceruk dalam konsep pemasaran. Kotler & Andreasen
dan Lovelock & Weinberg dalam grunig (1992) mengatakan bahwa dalam
segmentasi harus bisa didefinisikan, diukur, mudah dijangkau, tepat sesuai
dengan misi organisasi. Gruning menyebutkan bahwa dalam segmentasi perlu dibuat
jala jala segmentasi dengan menyusun map atau pemetaan bagaimana posisi masing
masing unsur organisasi. Urutan jala adalah sebagai berikut :
- Perilaku dan efek komuinikasi perorangan. Sebagai pusat jala, mereka adalah yang terlibat secara langsung dalam proses komunikasi. Menurut grunig ada tiga buah variabel yakni : pengenalan masalah, pengenalan kendala dan tingkat keterlibatan.
- Publik. Kita menentukan segmen mana dari stakeholder yang dikategorikan sebagai segmen aktif dan pasif. Gruning mengatakan bahwa organisasi akan lebih mudah berkomunikasi dengan publik aktif dibandingkan dengan publik pasif.
- Komunitas. Komunitas merupakan pengelompokan publik yang bisa didasarkan pada tempat tinggal yang sama atau bisa juga oleh hobi yang sama.
- Psikografis, gaya hidup, budaya dan hubungan sosial. Psikografis adalah latar belakang sosial ekonomi yang berupa tingkat sosial ekonomi dan gaya hidup. Faktor psikografis dapat diukur dengan metode VALS yakni values, life style.
- Geodemografis. Lapisan di sebelah luar yang digunakan untuk melihat kelompok masyarakat menurut tempat tinggalnya. Konsep ini dari Jonathan Robin bahwa manusia cenderung tinggal berkelompok dalam kelas yang sama seperti mereka.
- Demografi dan kategori sosial. Kategori yang bersifat umum dan dipakai untuk membaca ciri ciri masyarakat seperti penghasilan, pengeluaran, pendidikan, usia, pekerjaan dll.
- Massa Audiens. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para audiens media seperti pembaca surat kabar, pendengan radio, dan penonton televisi.
Kegiatan belajar 4
Karyawan merupakan aset perusahaan. Suasana kerja yang
menyenangkan jauh lebih kuat dalam mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja
dibangingkan dengan gaji yang tinggi. Iklim komunikasi atau suasana kerja
menjadi landasan hubungan dengan karyawan. Selain itu hubungan dengan karyawan
dapat berjalan jika didukung oleh tiga hal poko (Jefkins, 1995) :
- Keterbukaan pihak manajemen.
- Kesadaran dan pengakuan pihak manajemen akan nilai dan arti penting komunikasi dengan karyawan.
- Keberadaan seorang manajer komunikasi (manajer humas) yang tidak hanya ahli dan berpengalaman tetapi juga didukung oleh sarana teknologi yang modern.
Media yang digunakan untuk hubungan dengan karyawan
dapat beruba media internal (radio, televisi, internet) kotak saran, komunikasi
tatap muka baik formal ataupun informal, meeting dll.
hubungan yang dibangung dengan pemegang saham adalah
hubungan untuk mendapatkan kepercayaan dari pemegang saham. Pemegang saham
adalah sumber investasi bagi organisasi khusunya organisasi profit. Media yang
digunakan untuk hubungan dengan pemegang saham adalah laporan tahunan,
informasi produk, informasi pemasaran, informasi sumber daya manusia
(personalia), serta berbagai informasi tentang kegiatan perusahaan.
Hubungan yang dibangun dengan konsumen tergantung pada
pengelompokan konsumen. Tujuan dibangunanya hubungan dengan komsumen adalah
untuk menyakinkan para konsumen dan calon konsumen bahwa produk atau jasa
perusahaan berkualitas baik dan secara konsisten mudah diperoleh, dengan pelayanan
yang baik. Hubungan dengan konsumen dapat dilakukan dengan komunikasi lisan,
open house, melakukan komunikasi lewat majalah, audio visual, iklan kelembagaan
dan mengadakan special event atau acara khusus.
Hubungan dengan pemerintah adalah hubungan yang saling
tergantung, yakni pemerintah merupakan mitra dan pelingdung dunia usaha,
sedangkan bagi pemerintah lembaga bisnis merupakan partner, sebagai pemasukan
pendapatan negara (pajak). Hubungan yang dilakukan adalah melakukan komunikasi
dengan menggunakan media cetak, elektronik, bahkan di beberapa negara maju
program humas yang penting adalah melakukan lobi (kasali, 1994). Lobi dilakukan
untuk mempengaruhi kebijakan dalam pembuatan peraturan, undang undang dan
ketentuan lain.
Hubungan dengan komunitas dilakukan dengan membuka
lapangan kerja, hidupnya roda perekonimian masyarakat sekitar dan juga
peningkatan kualitas saranan umum. Baskin dan Aronoff (1988) menyebut bahwa
lingkup komunitas tidak hanya mereka yang secara fisik berdekatan dengan
bangunan perusahaan namun komunitas meliputi lingkup regional, nasional bahkan
internasional. Baskin dan Aronoff (1988) mengatakan prinsip dalam hubungan
dengan komunitas adalah “ good neighbor “, membangung hubungan bertetangga
dengan baik, saling tergantung, saling menguntungkan. Program hubungan
komunitas (community relations) antara lain : tidak mencemari lingkungan,
memberi kontribusi kesejahteraan pada masyarakat sekitar berupa meningkatkan
sarana lingkungan sekitar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat
sekitar dll.
Hubungan dengan media massa. Teori agenda setting
yakni tentang agenda publik yang diciptakan oleh media. Media memiliki peran
besar dalam membentu opini publik, sehingga hubungan dengan media massa menjadi
tugas utama humas. Hal yang perlu diketahui dalam membangun hubungan dengan
media adalah (Baskin dan Aronoff, 1988) :
- Memahami cara kerja media.
- Memahami kebijakan redaksional.
- Perbedaan kepentingan antara humas dan media (conflict of interest).
Modul 5
Teori komunikasi, persuasi dan pendapat umu
Kegiatan belajar 1
Agenda –setting. Asumsi dasar dari teori ini adalah
dimana khalayak dianggap mudah diarahkan oleh komunikator dengan penekan
penekanan pemberitaan yang dilakukan melalui media massa, sehingga model ini
lebih fokus pada tujuan komunikator saja. Teori ini muncul pertama kali dari
hasil riset sistematis oleh M.E.Mc. Combs dan D.L. Shaw. Mereka meneliti
penentuan agenda (agenda-setting) dalam kampanye presiden tahun 1968 dan
membuat hipotesis bahwa media massa menentukan agenda untuk setiap kampanye
politik, yang mempengaruhi proyeksi sikap terhadap isu isu politik. Karena
diasumsikan bahwa “pemilih ragu ragu” akan mudah terpengaruh dengan dampak dari
agenda-setting(Severin dan Tankard,Jr. 2005:265). Dalam public opinion quarterly
tahun 1972 dengan judul “the agenda-setting function of mass media”, mereka
mengatakan bahwa jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa maka media
akan mempengaruhi khalayak untuk menganggap peristiwa tersebut sebagai sebuah
peristiwa penting. Fungsi penentuan agenda (agenda-setting-function) media
mengacu pada kemampuan media, dengan liputan berita yang diulang ulang, untuk
mengangkat pentingnya sebuah isu dalam benak khalayak. Teori agenda-setting
menunjukkan bahwa media massa mampu mempengaruhi kognisi khalayaknya melalui
dua cara :
- Media secara efektif menginformasikan peristiwa tertentu kepada khalayak.
- Media mempengaruhi persepsi khalayak mengenai pentingnya peristiwa atau masalah tersebut.
Manhein dalam pemikirannya tentang konseptualisasi
agenda yang pontensial untuk memahami proses agenda-setting menyatakan bahwa
agenda-setting meliputi tiga agenda, yaitu agenda media, agenda khalayak dan
agenda kebijaksanaan. Masing masing agenda tersebut mencakup dimensi dimensi
sebagai berikut :
- Agenda media, meliputi : Visibility (visabilitas), audiens silence (tingkat menonjol bagi khalayak), valence (valensi).
- Agenda khalayak, meliputi : familiarity (keakraban), personal silence (penonjolan pribadi), favorability (kesenangan).
- Agenda kebijaksanaan, meliputi : support (dukungan), likelihood of action (kemungkinan kegiatan), freedom of action (kebebasan bertindak).
Uses and gratification. Pendekatan ini merupakan
pergeseran fokus dari tujuan komunikator (penyampai pesan) ke tujuan komunikan
(penerima pesan). Pendekatan ini pertama kali dijelaskan oleh Elihu Katz (1959)
sebagai reaksi atas pernyataan Bernard Berelson (1959) yang mengatakan bahwa
bidang penelitian komunikasi sudah mati. Katz berpendapan bahwa bidang yang
sedang sekarat adalah kajian komunikasi massa sebagai persuasi. Asumsi dasar
dari teori ini adalah khalayak dianggap aktif dan membutuhkan media. Used and
gratification meneliti asal mula kebutuhan khalayak secara psikologis dan
sosial dimana menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber sumber
lainnya. Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan kebutuhan dan gratifikasi
khalayak. Ada gratifikasi langsung (informatif-mendidik) dan gratifikasi
terabai (khayali-Pelarian). Adapun kategori kebutuhannya adalah sebagai berikut
:
- Kebutuhan kognitif, memperoleh informasi, pengetahuan dan pemahaman.
- Kebutuhan afektif, emosional, pengalaman menyenangkan, atau estetis.
- Kebutuhan integratif personal, memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri, stabilitas dan status.
- Kebutuhan integratif sosial, mempererat hubungan dengan keluarga, teman, sahabat dan sebagainya.
- Kebutuhan pelepasan ketegangan, pelarian dan pengalihan.
Difusi-inovasi. Pendekatan ini menjelaskan
bagaimana suatu ide, gagasan, praktik, atau penemuan baru (inovasi)disebarkan
kemudian diterima oleh para pemakai yang menjadi sasaran komunikasi. Teori ini
dimulai oleh Everett M. Rogers (1995) melalui bukunya, rogers mendefinisikan
innovation sebagai gagasan, praktik atau objek yang dipandang baru oleh
individu atau unit adopsi yang lain. Teori ini mencoba mengembangkan secara
perlahan lahan model alir dua langkah menjadi model alir multi langkah yang
sering digunakan dalam riset difusi (diffusion research), yakni penelitian
proses sosial mengenai bagaimana inovasi inovasi sosial. Dia menggunakan konsep
ketidakpastian (uncertainty)dan informasi yang dikemukakan oleh Shannon dan
Weaver sebagai kerangka kerja teoritis. Adapun karateristik inovasi yang
memperngaruhi tingkat adopsi, adalah (rogers, 1995) :
- Relative advantage (manfaat relatif), yakni sejauh mana inovasi tersebut dipandang lebih baik.
- Compatibility (kesesuaian), yakni sejauh mana inovasi dipandang konsister dengan nilai nilai yang ada.
- Complexity (kerumitan), yakni sejauh mana inovasi dipandang sulit untuk dimengerti dan digunakan.
- Trial-ability (kemampuan untuk dicoba), yakni sejauh mana inovasi dapat dicoba secara terbatas.
- Observ-ability (kemampuan untuk dapat dilihat), yakni sejauh mana hasil hasil inovasi dapat dilihat oleh orang lain.
Difusi didefinisikan rogers sebagai jenis komunikasi
khusus yang berhubungan dengan penyebaran inovasi. Aspek lain dalam difusi
adalah homophily dan heterophily. Homophily adalah tingkat dimana pasangan
individu yang sedang berinteraksi mempunyai kemiripan dalam sifat sifat
tertentu. Sedangkan heterophily adalah tingkat dimana pasangan individu yang
sedang berinteraksi memiliki perbedaaan dalam sifat tertentu.
Proses keputusan inovasi (innovation decision
process) merupakan proses mental yang dilalui individu atau unit lain yang
membuat keputusan untuk menerima atau menolak inovasi yang diperkenalkan
padanya. Proses ini terdiri dari lima tahap, yakni :
- Knowledge (pengetahuan), yakni penerimaan inovasi dan suatu pemahaman tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi.
- Persuasion (persuasi), yakni pembentukan sikap terhadap inovasi.
- Decision (keputusan), yakni aktifitas yang menghasilkan pilihan untuk mengadopsi atau menolak inovasi.
- Implementation (implementasi), yakni penggunaan dan pelaksanaan inovasi.
- Confirmation (konfirmasi), yakni mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dibuat.
Innovativeness, yaitu suatu kondisi dimana seseorang
relatif lebih dini dalam mengadopsi ide ide baru dari pada anggota anggota yang
lain dalam suatu sistem sosial. Ada beberapa jeni pengadopsi, yaitu :
- Innovators (inovator), adalah orang yang berani mengambil resiko, bersemangan untuk mencoba ide ide baru.
- Early adopters (pengadopsi awal), orang yang memiliki tempat yang terhormat, biasanya tingkat pimpinan opini yang tertinggi dalam sistem sosial.
- Early majority (mayoritas awal), orang yang memiliki sifat tenang dan berhati hati, sering berinteraksi dengan sesamanya.
- Late majority (mayoritas akhir), orang yang memiliki sifat skeptis, sering mengadopsi inovasi karena kebutuhan ekonomi atau tekanan.
- Laggard (orang yang ketinggalan), tradisional, paling lokal/hampit terpencil.
Konsekuensi merupakan sebuah perubahan yang terjadi,
pada diri individu atau sistem sosial sebagai akibat adopsi atau penolakan pada
inovasi. Ada beberapa jenis konsekuensi yang terjadi setelah adanya keputusan :
- Konsekuensi dikehendaki Vs tidak dikehendaki.
- Konsekuensi langsung Vs tidak langsung.
- Konsekuensi yang diantisipasi Vs yang tidak diantisipasi.
Dalam penerimaan inovasi ada istilah rate of adoption,
dimana kondisi ini dimaknai sebagai kecepatan relatif pada saat sebuah inovasi
diadopsi oleh anggota anggota suatu sistem sosial. Saluran komunikasi
kosmopolit (cosmopolite) adalah saluran komunikasi yang berada diluar sistem
yang sedang diselidiki, sedangkan saluran lokalit (localite) adalah yang
berasal dari dalam sistem sosial yang sedang diselidiki. Dalam proses
difusi-inovasi, saluran media massa dan saluran saluran kosmopolit relatif
lebih penting pada tahap pengetahuan, sedangkan saluran hubungan antarpribadi
dan saluran lokalit lebih efektif pada tahap persuasi. Dalam difusi-inovasi,
agen-agen perubahan memiliki peran yang utama, terlebih dalam tahap percobaan
dan evaluasi. Agen perubahan (change agent) adalah seorang profesional yang
berusaha untuk mempengaruhi keputusan adopsi dalam arah yang menurutnya
dikehendaki.
Disonansi Cognitive. Teori yang berarti
ketidaksesuaian antara kognisi sebagai aspek sikap dengan perilaku yang terjadi
pada diri seseorang ini dimunculkan oleh Leon Festinger (1957). Teori ini
beranggapan bahwa dua elemen pengetahuan merupakan hubungan yang disonan (tidak
harmonis) apabila, dengan mempertimbangkan dua elemen itu sendiri, pengamatan
satu elemen akan mengikuti elemen satunya. Dalam disonansi kognitif elemen
elemen yang dipermasalahkan antara lain:
- Tidak relevan satu sama lain.
- Konsisten satui sama lain (harmoni).
- Tidak konsisten satu sama lain (disonansi).
Teori disonansi juga merumuskan bahwa ketika seseorang
ditempatkan pada sebuah situasi dimana dia harus berperilaku didepan umum yang bertentangan
dengan sikap pribadinya maka dia akan mengalami disonansi dari pengetahuan
tentang fakta tersebut. Situasi ini terjadi karena adanya faktor reward dan
punishment.
Darwin (1980) mencoba mengkritik hipotesis
kesenjangan pengetahuan, yang menurutnya teori ini menekankan pencapaian tujuan
sumber dan percobaan untuk memanipulasi guna mencapai tujuan tersebut. Menurut
darwin, pendekatan ini menyebabkan sindrom menyalahkan korban. Dalam membantu
menjembatani kesenjangan pengetahuan dapat melakukan beberapa langkah,
diantaranya :
- Membuat strategi strategi yang melibatkan orang orang dalam kelompok kelompok.
- Mengindentifikasi khalayak yang menjadi target untuk kampanye komunikasi tertentu.
- Mendesain pesan pesan untuk menjangkau masing masing khalayak.
Ada beberapa faktor penyebab timbulnya kesenjangan
pengetahuan, yakni :
- Terdapat perbedaan keterampilan komunikasi antara mereka dari status sosial.
- Terdapat perbedaan antara jumlah informasi yang disimpan.
- Orang dari status sosial ekonomi lebih tinggi mungkin mempunyai lebih banyak hubungan yang relevan.
- Mekanisme pajanan, penerimaan, daya ingat selektif mungkin berfungsi.
- Sifat dari sistem media massa itu sendiri disesuaikan dengan orang orang dari status sosial ekonomi yang lebih tinggi.
Kegiatan belajar 2
Salah satu bentuk komunikasi yang paling
mendasar adalah persuasi. Persuasi didefinikan sebagai “perubahan sikap akibat
paparan informasi dari orang lain”. Menurut Aristoteles persuasi dapat
didasarkan pada sebuah sumber kredibilitas (ethos), emosional (pathos), atau
logika (logos). Howell (Larson, 2000) mendefinisikan persuasi sebagai sebuah
kesadaran berupaya untuk mengubah pemikiran dan sikap seseorang dengan
memanipulasi motif seseorang tersebut dalam menghadapi keputusan akhirnya.
Pace, Peterson dan Burnett (1979) mendifinikan
persuasi sebagai tindakan komunikasi yang bertujuan untuk membuat komunikan
mengadopsi pandangan komunikator mengenai suatu hal atau melakukan tindakan
tertentu. Johnston (1994) memberikan definisi yang lebih spesifik dengan menyatakan
bahwa “persuasi adalah proses transaksional di antara dua orang atau lebih di
mana terjadi upaya merekontruksi realita melalui pertukaran makna simbolis yang
kemudian menghasilkan perubahan kepercayaan, sikap dan atau perilaku secara
sukarela.
Kegiatan persuasi selalu ditandai oleh empat hal,
yakni :
- Melibatkan sekurang-kurangnya dua pihak
- Adanya tindakan mempengaruhi secara sengaja
- Terjadi pertukaran pesan persuasif
- Adanya kesukarelaan dalam menerima atau menolak gagasan yang ditawarkan
Bila upaya mempengaruhi tersebut mengandung
unsur unsur pemaksaan dan intimidasi maka bukan lagi sebuah persuasi namun
sudah mengarah pada koersi. Sedangkan jika dalam mempengaruhi tersebut disertai
dengan unsur unsur penyimpangan kebenaran isi pesan secara sengaja dan
sistematis maka hal tersebut mengarah pada praktik manipulasi.
Strategi persuasi. Teori-teori persuasi dapat membantu
mengindentifikasi proses-proses yang terjadi ketika pesan-pesan komunikasi
diarahkan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku komunikan. Menurut Devito
(1997), ada beberapa strategi untuk memperkuat atau mengubah sikap dan
kepercayaan, yaitu :
- Perkirakanlah dengan cermat tingkat sikap atau kepercayaan pendengar saat ini
- Upayakanlah perubahan sedikit demi sedikit
- Berikan alasan yang meyakinkan untuk membuat khalayak mempercayai apa yang anda inginkan mereka percayai
Sedangkan dalam pratek kehumasan ada beberapa strategi
persuasi yang dapat digunakan, yakni (antar venus, 2004) :
- Pilih atau jadilah komunikator yang kredibet. Kredibilitas merupakan persepsi yang dimiliki khalayak (komunikan) tentang komunikator, dan bukan merupakan karakteristik komunikator itu sendiri.
- Kemaslah pesan sesuai dengan keyakinan khalayak.
- Munculkan kekuatan pada diri khalayak. Keyakinan bahwa seseorang secara personal mempunyai kemampuan untuk mengubah perilaku yang direkomendasikan disebut dengan persepsi kemampuan diri (self-efficacy perception).
- Ajak khalayak untuk berpikir.
- Gunakan strategi pelibatan emosional.
- Gunakan strategi pembangunan inkonsistensi.
- Bangun resistansi khalayak terhadap pesan negatif.
Beberapa model yang sering digunakan dalam
proses persuasi antara lain ;model respon kognitif (greenwald, 1968), teori
pemrosesan informasi (information processing theory – McGuire, 1968) dan dua
model proses ganda yaitu model kemungkinan elaborasi (elaboration likelihood
model – petty dan cacippo, 1986) dan model sistematik heuristik (heuristic
systematic model – chaiken, liberman dan eagly, 1989). Model model tersebut
memiliki kesamaan sebagai berikut:
- Mereka mempresentasikan perubahan sikap atau persuasi sebagai sebuah prose yang terjadi
- Mereka menekankan pada kognisi atau pemrosesan informasi
- Mereka memberikan peran yang lebih aktif kepada penerima pesan sebagai agen pemrosesan informasi
Penjelasan satu persatu teori tersebut :
- Teori pemrosesan informasi menyebutkan bahwa perubahan sikap terdiri dari enam tahap masing masing tahap merupakan kejadian penting dan menjadi patokan untuk tahap selanjutnya. Tahap tahap tersebut adalah :
- Pesan persuasif harus dikomunikasikan
- Penerima akan memperhatikan pesan
- Penerima akan memahami pesan
- Penerima terpengaruh dan yakin dengan argumen argumen yang disajikan
- Tercapai posisi adopsi baru
- Terjadi perilaku yang diinginkan
- Pemrosesan sistematik : merefleksikan pengamatan yang hati hati, analistik dan sungguh sungguh terhadap pesan.
- Pemrosesan heuristik adalah cara yang lebih sederhana yang menggunakan aturan aturan atau skema prediksi untuk membentuk penilaian atau pembuat keputusan.
- Rute sentral dipakai ketika penerima secara aktif memproses informasi dan terbujuk oleh rasionalitas argumen.
- Rute eksternal dipakai ketika penerima tidak mencurahkan energi kognitif untuk mengevaluasi argumen dan memproses informasi di dalam pesan.
- Model sistematik heuristik mendiskripsikan dua cara pemrosesan pesan pesan persuasif secara sistematik dan heuristik.
- Model kemungkinan elaborasi, merujuk pada dua rute perubahan sikap yakni sentral dan eksternal.
- Model respon kognitif, menyebutkan bahwa perubahan sikap dimediasikan oleh pemikiran pemikiran yang terjadi dibenak penerima pesan.
Persuasi menggunak teknik lain seperti : teknik
informatif, coersive, pervasif, dan human relations. Komponen yang terlibat
dalam persuasi adalah :
- Komunikator, dalam hal ini seorang komunikator dituntut untuk memiliki kredibilitas dan daya tarik, baik fisik maupun psikologis. Salah satu komponen daya tari psikologis adalah adanya kesamaan(similarity). Selain itu juga didukung dengan adanya keterbukaan (extrovension), ketenangan (composure), kemampuan bersosialisasi (sociability), dan karisma.
- Pesan, dalam hal ini pesan yang dirancang secara kreatif akan menjadikan komunikasi persuasif lebih efektif. Ada tiga aspek yang terkait langsung dengan pengorganisasian pesan dalam komunikasi persuasif, yakni : sisi pesan, susunan penyajian, dan pernyataan kesimpulan.
- Saluran, dalam hal ini saluran dianggap sebagai perantara dalam menyampaikan pesan kepada komunikan. Media massa cenderung lebih sering digunakan sebagai saluran komunikasi.,
- Komunikan, dalam hal ini mereka adalah sasaran atau yang akan menerima pesan pesan persuasif. Beberapa hal yang menentukan komunikan dalam merespons pesan pesan persuasif antara lain : keyakinan, sikap dan nilai nilai yang dimiliki oleh komunikan.
- Efek, dalam hal ini efek yang ingin dicapai adalah adanya perubahan baik secara kognitif, afektif maupun behavioral pada komunikan.efek kognitif berkenaan dengan pendapat, pandangan dan opini komunikan. Efek afektif yang berhubungan dengan emosi dan kondisi psikologis komunikan. Sedangkan efek behavioral berhubungan dengan sikap dan perilaku yang timbul sebagai akibat dari penerimaan pesan.
Kegiatan belajar 3
Pendapat umum (opini publik) merupakan suatu akumulasi
citra yang tercipta atau diciptakan oleh proses komunikasi. Dalam pendapat umum
sering terjadi pergeseran pergeseran citra. Pegeseran citra sangan tergantung
pada siapa saja yang terlibat dalam proses komunikasi. Opini diartikan sebagai
pendapat, ekspresi sikap, dan aktualisasi, artinya seseorang yang sedang
mengeluarkan sebuah opini tampak dari komunikasi verbal dan nonverbalnya.
Cutlip dan center pernah mengatakan bahwa opini adalah kecenderungan untuk
memberikan respons terhadap suatu masalah atas situasi tertentu. Respons adalah
sesuatu yang sudah dikeluarkan pada diri seseorang.
Ada beberapa perngertian yang dikemukan oleh beberapa
pakar berkaitan dengan pendapat umum, anntara lain berikut ini :
- Berita berita yang banyak diketahui dan dipermasalahkan oleh masyarakat
- Pendapat mayoritas rakyat
- Pikiran orang banyak yang menjadi bahan perdebatan.
- Pendapat orang banyak yang dikumpulkan menjadi satu setelah dimusyawarahkan
- Apa yang dipikirkan oleh anggota masyarakat disampaikan melalui media komunikasi
- Pendapat orang banyak yang disampaikan untuk kepentingan bersama
Pendapat umum dalam konteks kegiatan humas (dan yang
perlu diketahui oleh seoran gpetuga humas)adalah:
- Pendapat pendapat yang disuarakan oleh orang orang pemerintahan dengan organisasi yang berkenaan.
- Pendapat kelompok elite yang disebabkan karena kompetensi pendidikannya.
- Pendapat pendapat organisasi mengenai isu yang bisa memberikan pengaruh terhadap proses pengambilan keputusan.
- Pendapat pendapat yang disampaikan kepada pemerintah atau lembaga lembaga yang berkenan.
- Pendapat pendapat terhadap masalah yang berhubungan dengan pemerintah atau organisasi.
Pendapat umum (Adnan dan Cangara, 1996) pendapat umum
dimaknai sebagai gabungan pendapat perseorangan mengenai suatu isu yang dapat
mempengaruhi seseorang serta memungkinkan seseorang untuk dapat mempengaruhi
pendapat pendapat tersebut. Faktor faktor yang menyebabkan terbentuknya
pendapat umum antara lain adanya realitas faktual tertentu yang kemudian
menjadi wacana dalam proses komunikasi. Faktor faktor komunikasi tersebut
adalah : faktor psikologis, faktor sosiologis, faktor budaya dan faktor media
massa. Syarat terbentuknya suatu pendapat umum dalam suatu negara ialah
demokrasi, yakni kebebasan menyatakan pendapat atau kebebasan bersuara.
Timbulnya pendapat umum meliputi dua sebab yakni direncanakan dan tidak direncanakan
(Nuruddin, 2001). Sebuah pendapat umum yang tidak direncanakan kemunculannya
dikeluarkan karena memang tidak mempunyai tujuan dan target tertentu. Sedangkan
pendapat umum yang direncanakan , karena direncanakan maka keorganisasian,
media dan target tertentu yang menjadi sasaran sudah benar benar dipersiapkan.
Pembentukan pendapat umum melalui proses sebagai
berikut :
- Munculnya ketidakpuasan terhadap sesuatu yang memerlukan perbaikan.
- Ketidakpuasan tersebut menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat.
- Masalah tersebut mendesak penyelesaiannya.
- diperlukan pengambilan keputusan dalam penyelesaiannya.
Jackson Baur, seorang pakar pendapat umum amerika
berpendapat bahwa proses pembentukan pendapat umum melaui tiga tahap, yaitu :
tingkah laku massa, situasi kontrovesial, dan dilakukan secara melembaga. Tujuh
langkah proses pendapat umum secara konkret, yaitu : timbulnya kerisauan di
kalangan anggota masyarakat, timbulnya gagasan penyelesaian yang dikemukan oleh
kelompok, apabila telah muncul pendapat menentang yang dilakukan secara
melembaga, apabila kelompok penentang tadi sudah mulai menyatu dan mencari
dukungan dari luar,melalui pembicaraan dan perdebatan yang kontroversial, efek
munculnya pendapat umum , dan akhirnya pihak yang merasa berwenang mengambil keputusan
yang sepantasnya.
Ada beberapa konteks kerja pendapat umum antara lain :
- memperbaiki citra baru, membentuk citra baru sesungguhnya relatif mudah dilakukan bagi produk produk inovatif yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat.
- Mempertahankan citra yang telah terbangun, mempertahankan citra lebih sulit dari pada membangun citra.
- Memperbaiki citra yang terpuruk, ketidakpercayaan publik pada kita membuat kita menjadi tertuntut untuk tidak melakukan sesuatu.
- Menguatkan citra karena kekuatan bersaing, citra ternyata bisa menurun bukan karena apa yang diperbuat, tapi karena makin kuatnya citra pesaing.
- Menguatkan atau mempertahankan citra ketika berada di puncak, dalam kondisi ini yang perlu dilakukan adalah sekedar mengingatkan publik bahwa kita masih eksis.
Menurut Hadley Cantril, pakar humas dan pendapat umum
amerika serikat, mengemukankan beberapa prinsip pendapat umum sebagai berikut :
- Pendapat umum amat peka terhadap kejadian kejadian yang sifatnya luar biasa.
- Kejadian kejadian yang sifatnya luar biasa akan mengguncang pendapat umum untuk sementara waktu.
- Pendapat umum dinyatakan dalam bentuk ucapan atau sikap yang dapat diinterpretasikan.
- Orang mudah terpengaruh sepanjang anggota masyarakat belum berstruktur.
Ada beberapa implikasi dari pendapat umu, yakni :
- Pendapat umum bisa mensejajarkan fungsinya dengan standar normatif.
- Pendapat umum dapat menghilangkan karakter individu dalam lingkungan sosialnya.
- Pendapat umum bisa menjadi sumber ketakutan bagi kalangan minoritas apalagi jika jumlahnya sangat sedikit.
Pratek kerja humas adalah dimana aktivitas kehumasan
selalu diawali dengan penelitian dan diakhiri dengan penelitian pula. Ada dua
cara yang dapat dilakukan dalam menganalisis pendapat umum, yakni dengan
melakukan penelitian dan promosi. Penelitian berusaha mengetahui isu isu
tertentu. Sedangkan analisis pendapat umum yang berhubungan dengan promosi
dimaksudkan untuk memberi pendidikan dan kesadaran seseorang tentang pendapat
umum tersebut. Jenis penelitian environmetal Monitoring, dimana riset ini
dilakukan dengan cara melakukan pemantauan lingkungan yang ditujukan untuk
mengamati kecenderungan kecenderungan yang ada di dalam pendapat umum dan
berbagai peristiwa dalam lingkungan sosial politik organisasi yang mungkin akan
mempunyai pengaruh penting terhadap sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam
penelitian tersebut selain dilakukan monitoring, juga dapat dilakukan dengan
scanning, yang meliputi tiga model dasar, yakni irregular model, regular model
dan continous model. untuk beberapa penelitian tentang pendapat umum yang
berasal dari teks berita dapat digunakan beberapa pendekatan studi seperti,
analisis wacana (discourse analysis), analisis framming (framming analysis),
bahkan analisis semiotik (Semiotic analysis) atau analisis isi (content analysis).
Modul 6
Proses kerja humas
Kegiatan belajar 1
Dasar berpikir perlunya sebuah penelitian adalah bahwa
keputusan yang canggih berdasarkan pada informasi. Salah satu pertimbangan
manajemen terhadap suatu aktivitas adalah pertimbangan efektivitas dan
efisiensi. Kontes program PR tingkat dunia yang diselenggarakan International
Public Relations Association (IPRA) telah memasukkan unsur riset sebagai dasar
penilaian sebuah program PR yang baik. Penelitian adalah suatu tindakan dalam
rangka mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data secara
sistematis dan objektif.
Lerbinger (1988) dalam public relations review yang
dikutip oleh Ngurah Putra (1999) mengemukakan empat jenis penelitian dalam
kehumasan yakni :
- Environmental monitoring : pemantauan lingkungan dibuat untuk mengamati kecenderungan kecenderungan dalam pendapat umum dan berbagai peristiwa dalam lingkungan sosial politik organisasi yang mungkin akan punya pengaruh penting terhadap sebuah organisasi. Baskin, Aronoff dan Lattimore (1997), ada tiga model dasar scanning untuk mengetahui perubahan lingkungan, yaitu :
- Irregular model yang menggunakan pendekatan ad hoc karena didorong adanya krisis yang sedang dihadapi oleh sebuah organisasi.
- Regular model yang lebih komprehensif dibandingkan model pertama. Biasanya menggunakan penilaian tahunan pada situasi lingkungan.
- Continous model yang menekankan pada pemantauan secara berkesinambungan berbagai unsur lingkungan yang mungkin punya pengaruh pada organisasi temasuk didalamnya.
- Relevant public, berupa daftar siapa saja yang menjadi publik yang relevan bagi organisasi.
- The organization’s standing with publics, berupa pandangan masing masing publik terhadap organisasi.
- Issues of concern to publics, berupa masalah masalah yang menjadi agenda masing masing publik.
- Power of public, berupa rekaman berdasarkan kekuatan ekonomis dan politis yang dimiliki masing masing publik.
- Readership survey, digunakan untuk melihat berapa orang yang membaca, mengikuti program, memahami dan mengingat pesan yang didapatkan dari publikasi khusus.
- Content analysis, yaitu sebuah metode untuk mengkoding dan mengklasifikasikan secara sistematis pesan pesan khusus dalam aspek tema tema yang ada.
- Readability studeis , digunakan untuk menilai keterbacaan sebuah artikel atau isi media cetak.
- Communication climate survery, yaitu pengukuran sikap yang biasa dipakai untuk mengungkapkan persepsi publik terhadap tingkat keterbukaan dan ketersediaan saluran komunikasi.
- Network analysis, yang bertujuan untuk mengamati frekuensi dan pentingnya jaringan interaksi.
- Public Relations Audit : PR audit melibatkan sebuah studi lengkap untuk mengetahui posisi humas sebuah organisasi sehingga dapat dirancang program program komunikasi. PR audit yang lengkap meliputi :
- Communication audit : audit komunikasi merupakan sebuah analisis lengkap tentang komunikasi organisasi internal dan atau eksternal yang dirancang untuk memahami kebutuhan, kebijakan, praktek dan kemampuan komunikasi. Metode yang digunakan dalam audit komunikasi meliputi :
- Social Audit : umumnya merupakan survey sikap dan pendapat yang mengukur persepsi berbagai publik tentang keresponsifan sosial sebuah organisasi.
Reilly (1988) membedakan penelitian berdasarkan teknik
pengumpulan data yaitu : penelitian informal dan formal. Sedangkan Gregory
(2001) menjelaskan bahwa berdasarkan jenis data yang diperoleh dan disajikan
maka penelitian dapat dibedakan kedalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian kontinyu atau pelacakan berdasarkan objek penelitiannya, serta
penelitian sekunder dan primer berdasarkan perolehan sumber datanya.
- Penelitian informal, pada hakekatnya kita ini adalah peneliti. Untuk keadaan dan kondisi tertentu, memperoleh data dari penelitian orang lain (data sekunder) bisa menghemat waktu dan biaya daripada melakukan penelitian sendiri.
- Penelitian formal, penelitian survey yang lebih formal mungkin akan banyak membantu. Begitu pula dengan pooling. Pengujian media massa dan penelitian induksi. Penelitian formal mensyaratkan adanya prosedur ilmiah. Penelitian survey dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
- Teknik survey melalui surat
- Interview secara pribadi
Teknik teknik penelitiah humas lainnya menurut
Greogory (2001) adalah sebagai berikut :
- Penelitian kuantitatif, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang kemudian dibuat statistiknya untuk mendapatkan hasil yang berupa angka angka atau kuantitas.
- Penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menyelidiki variabel variabel yang tidak dapat di kuantifikasikan.
- Penelitian kontinyu atau penelitian pelacakan, yaitu tekni penelitian yang dilakukan dengan cara mengambil sekelompok orang yang sama atau sekelompok orang yang memiliki profil yang sama sebagai objek riset.
- Penelitian sekunder atau studi pustaka, yaitu teknik penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data data dari sumber sumber yang telah diterbitkan.
- Penelitian primer, yaitu teknik penelitian yang digunakan untuk mencari informasi yang kita butuhkan dengan segera melalui pengisian kuesioner.
Kegiatan belajar 2
Gregory (2001) menyatakan bahwa melalui berbagai
survey, kurangnya keahlian para praktisi humas dalam hal keuangan dan anggaran
dianggap sebagai kelemahan para praktisi humas. Kelemahan lainnya adalah
kurangnya kemampuan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan,
penetapan tujuan, penetapan prioritas, perencanaan dan organisasi, kemampuan
analisis dan time management. Fungsi sebuah perencanaan adalah menyusun
kerangka kerja sebuah program humas. Praktek PR adalah usaha yang direncanakan
serta dilakukan secara kontinyu untuk menciptakan dan menjaga nama baik
(goodwill) dan kesepahaman bersama antara suatu organisasi dengan publiknya.
Secara teknis, pentingnya perencanaan adalah dikarenakan keterbatasan waktu,
sumber dana, dan tenaga disatu sisi dan kompleksitas persoalan humas yang
mungkin timbul disisi lain.
Sedangkan secara strategis, pentingnya perencanaan
adalah kesadaran para praktisi bahwasannya membangun reputasi yang baik bagi
organisasinya bukanlah pekerjaan yang baik dilakukan dalam semalam. Really
(1988) dalam bukunya menyatakan bahwa, sebuah perencanaan mungkin bertujuan
positif, preventif atau perbaikan. Langkah langkah yang diambil dalam unsur
unsur perencanaan adalah :
- Rumusan Masalah. Perumusan masalah di dapatkan setelah memperoleh fakta fakta melalui hasil penelitian. Suatu keadaan dikatakan sebagai masalah apabila muncul perbedaan antara kenyataan dan harapan (Broom dan Dozier, 1990). Sedangkan menurut Wilcox, Ault dan Agee (1995) dalam putra (1999) pratiksi humas pada dasarnya akan menghadapi tiga jenis masalah kehumasan yang harus ditangani. Pertama, persoalan yang berkaitan dengan adanya persepsi negatif publik terhadap organisasi atau sebuah produk. Kedua, pratiksi humas harus menyusun dan melaksanakan sebuah program kehumasan dalam posisi organisasi yang netral. Ketiga, pratiksi humas harus mengembangkan program program berkesinambungan dalam usaha untuk membangun dukungan secara terus menerus dari berbagai publik organisasi. Beberapa karakteristik perumusan masalah adalah sebagai berikut :
- Perumusan masalah bisa dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan masalah.
- Pernyataan atau pertanyaan masalah harus spesifik dan jelas.
- Memberikan fokus dan arah bagi orang yang akan mengembangkan strategi dan taktik program.
- Sebagai panduan bagi orang yang akan melaksanakan program.
- Memberi rincian ukuran keberhasilan untuk memantau dan mengevaluasi program
- Penentuan sasaran dan tujuan. Cutlip, Center dan Broom (1994) menyatakan fungsi penentuan sasaran dan tujuan ini adalah :
Sasaran dan tujuan haruslah dipahami sebagai outcome
objective. Cutlip, Center dan Broom (1994) memberikan taksonomi sebagai berikut
:
- Knowledge outcome, yakni berupa pengetahuan atau pemahaman publik terhadap organisasi dan sebaliknya.
- Predisposition outcome, yakni berkaitan dengan sikap atau kecenderungan tindakan.
- Behavior outcome, yakni berupa perilaku nyata yang nampak.
Beberapa kata kunci untuk menentukan tujuan humas
antara lain :
- Menginformasikan
- Meningkatkan pengetahuan
- Menciptakan kesadaran
- Mendorong saling pengertian
Gregory (2001) ingatlah akronim SMART ketika
menentukan tujuan yaitu : Stretching, Measurable, Achievable, Realistic dan
time bound.
- Penentuan jadwal dan anggaran. Alokasi waktu bisa berdasarkan kebutuhan internal dan eksternal (gregory, 2002). Hal yang perlu diperhatikan dalam merinci biaya adalah pertimbangan efektif dan efisiensi. Sedangkan menurut Cutlip, Center dan Broom (1994) anggaran program humas sebuah perusahaan biasanya ditentukan berdasarkan salah satu dari faktor berikut ini :
- Anggaran berdasarkan jumlah keseluruhan anggaran yang tersedia atau persentase dari seluruh anggaran operasional.
- Anggaran yang dialokasikan berdasarkan keperluan bersaing.
- Anggaran berdasarkan seluruh keperluan untuk kegiatan yang ada.
- Anggaran yang disusun berdasarkan keuntungan yang diperoleh.
Sedangkan anggaran untuk kegiatan humas biasanya
dipilah menjadi biaya tetap dan biaya tidak tetap.
Kegiatan belajar 3
Implementasi dalam program humas berupa suatu tindakan
dan komunikasi (Burston, 1999). Program humas tidak hanya sekedar program
komunikasi, melainkan juga harus mampu mendorong organisasi melakukan tindakan
tindakan non-komunikasi. Bahkan Cutlip, Center dan Broom (1999) menyatakan
suatu hal yang masih belum banyak dipahami oleh kebanyakan orang.
Menurut Cutlip, Center dan Broom (1999), tindakan
kehumasan adalah tindakan tanggung jawab sosial oleh departemen humas atau
bagian lain dari organisasi kita. Strategi tindakan yang dilakukan biasanya
termasuk perubahan dalam kebijakan organisasi, prosedur, produk, pelayanan dan
perilaku organisasi.
Tugas utama humas, yakni membangun dan mempertahankan
hubungan dengan publik publik organisasi melalui serangkaian kegiatan
komunikasi yang intensif. Inti dari keahlian komunikasi adalah kemampuan dalam
membingkai pesan, memilih media yang tepat, dan kemampuan memahami penerima
pesan. Pesan, Menurut Cutlip, Center dan Broom (1999), prinsip pertama
membingkai isi pesan adalah mengetahui posisi organisasi dalam suatu persoalan.
Kedua adalah mengetahui kebutuhan, perhatian dan kepedulian sasaran publik.
Putra (2000) beberapa bagian penting dari pesan dalam komunikasi meliputi :
gaya pesan (content Style), imbauan pesan (messages Appeals) yang biasanya
berupa imbauan rasional dan emosional (ethos, pathos dan logos), pengulangan
pesan (messages repetition), kesimpulan (implicit dan explicit),
pengorganisasia pesan dan kejelasan pesan.
Memilih media. Menurut Pace dan Faules dalam Putra
(2000), penggunaan media tersebut, biasanya didasarkan pada sejumlah
pertimbangan, seperti :
- Biaya yang tersedia
- Keterampilan dalam penggunaan saluran yang ada, baik pada perusahan maupun publik
- Dampak yang diinginkan
- Relevansi saluran dan respon yang diharapkan terhadap informasi yang disampaikan
- Berkaitan dengan pilihan media yang dapat dikontrol atau tidak
- Tinggi rendah kemampuannya membawa pesa dan tinggi rendah kepercayaan publik terhadap media tersebut.( Simmons, 1999)
Menurut Volkmann, masing masing saluran komunikasi
yang ada memiliki tingkat keefektifan yang berbeda beda, urutan keefektifannya
adalah sebagai berikut :
- Percakapan tatap muka antara dua orang
- Diskusi atau pertemuan kelompok kecil
- Pidato dihadapan orang banyak
- Percakapan melaui telepon
- Catatan atau tulisan pribadi
Penerima atau publik sasaran. Pembagian publik dalam
humas bisa mengikuti pembagian berdasarkan segmentasi tertentu. Hal ini
kaitannya dengan penerima adalah pemahaman praktisi humas tentang bagaimana
penerima menggunakan suatu informasi atau pesan. Kalangan praktisi humas
percaya adanya efek teori domino (Grunig dan hunt, 1984)dalam komunikasi.
Kegiatan belajar 4
Evaluasi program humas pada dasarnya adalah melihat
erektivitas suatu program yang telah dilaksanakan dan sumbangan program humas
ini bagi organisasi. Broom dan Dozier (1990) menyatakan : evaluation is
determining the worth of something. Evaluasi program bagi humas sendiri
bermanfaat untuk menghindari kesalahan berulang ulang, pekerjaan lebih
terkonsentrasi, penentuan estimasi biaya maupun SDM, serta waktu lebih efisien.
Manfaat evaluasi menurut Gregory (2001), yaitu :
- Memfokuskan usaha
- Menunjukkan keefektifan
- Memastikan efisiensi biaya
- Mendukung manajemen yang baik
- Memfasilitasi pertanggungjawaban
Watson seperti dikutip oleh Gregory (2001) dalam
sebuah risetnya menunjukkan bahwa para praktisi humas lebih suka bersikap
defensive terhadap kegiatan mereka. Watson menunjukkan alasan utama mengapa
program tidak di evaluasi secara formal. Pertama, kurangnya pengetahuan
(mungkin tidak ada minat untuk mempelajari teknik evaluasi), kedua, yaitu
kurangnya anggaran.
Beberapa alasan lain mengapa evaluasi dianggap sebagai
masalah adalah sebagai berikut :
- Memahami apa yang harus dievaluasi
- Memahami apa yang dapat dicapai
- Agregasi
- Cakupan teknik evaluasi yang dibutuhkan
Reily (1982) memberi pedoman beberapa faktor yang
perlu dievaluasi, antara lain evaluasi apa yang telah dikerjakan oleh masing
masing anggota yang terlibat dalam program humas ; evaluasi publik, evaluasi
kegiatan yang telah dilakukan untuk mendukung program humas, evaluasi anggaran
dan evaluasi publisitas. Tingkat dan tahapan evaluasi dibedakan menjadi dua,
yakni evaluasi formatif atau evaluasi selama program berlangsung dan evaluasi
sumatif atau evaluasi setelah program humas dilaksanakan semua. Cutlip, Center
dan Broom (1994) mengemukakan tiga tingkat dan tahap evaluasi, yaitu :
- Preparation evaluation. Evaluasi persiapan ini memiliki tahapan tahapan sebagai berikut : pertama, menilai kecukupan informasi yang melatar belakangi sebuah program humas. Kedua, melihat organisasi dan ketepatan strategi dan taktik program, serta ketepatan pesan pesan yang direncanakan. Ketiga, menilai kualitas pesan dan unsur unsur presentasi program lainnya.
- Implementation evaluation. Adalah evaluasi tentang apa yang dikerjakan oleh praktisi humas dalam melaksanakan program program humas. Cutlip, Center dan Broom (1994) mengatakan inti tahapan pertama ini adalah pendokumentasian seluruh materi materi komunikasi yang telah diproduksi dan disebarkan.
- Impact evaluation. Evaluasi pengaruh bertujuan mengetahui outcome sesuai tujuan program untuk masing masing sasaran publik maupun keseluruhan program yang dapat dicapai.
Gregory (2001) tidak ada standar yang pasti untuk
evaluasi program program dan kampanye tunggal membutuhkan metode evaluasi yang
khusus. Metode dan teknik penelitian secara umum bisa diterapkan untuk
mengevaluasi program humas. Berikut ini disajikan contoh metode dan teknik
evaluasi komunikasi :
- Analisis isi. Evaluasi yang berkaitan dengan pesan pesan bisa menggunakan metode analisi isi pesan.
- Riset audiens. Evaluasi yang berkaitan dengan terpaan pesan terhadap khalayak bisa menggunakan metode riset audiens. Jim Macnamara dalam Gregory (2001) memberikan model makro sebagai berikut : model makro Macnamara tersebut membentuk sebuah piramida.
Modul 7
Teknik komunikasi dalam humas
Kegiatan belajar 1
Komunikasi lisan merupakan proses komunikasi dua arah
yang memungkinkan informasi tersebut segera diterima dan mendapatkan feed back
dengan segera.
Lobi. Lobi bisa dipahami sebagai suatu kegiatan
komunikasi dengan tujuan mewujudkan kepentingan orang yang melakukan lobi
(pelobi) atau seseorang/organisasi yang menggunakan pelobi dengan cara yang
halus. Kegiatan tersebut lebih pada upaya informatif dan persuasif daripada
koersif (memaksa). Lobi juga bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang
dilakukan oleh orang orang atau kelompok dengan sasaran akhirnya adalah
memperngaruhi keputusan pemerintahan dan para pembuat undang undang. Seseorang
yang melakukan lobi disebut pelobi (lobbyist). Kasali (1994), di amerika para
lobbyist ini telah memiliki organisasi profesi , dimana keanggotaannya diikat
oleh suatu kode etik profesi sehingga kegiatan mereka (lobbyist) bisa
dipertanggungjawabkan secara etis. Dalam dunia kehumasan, lobi digunakan untuk
mempengaruhi pengambil keputusan suapaya apa yang diputuskan oleh pengambil
keputusan tidak merugikan pihak pihak tertentu. Seitel dalam Kasali (1994)
membuat tahapan tahapan lobi sebagai berikut :
- Pengumpulan data dan fakta
- Interpretasi terhadap langkah langkah pemerintah
- Interpretasi terhadap langkah langkah organisasi
- Membangun posisi
- Melemparkan berita nasional. Publicity sprigboard yakni menggunakan tempat lobi sebagai tempat yang selalu dikunjungi wartawan.
- Mendukung kegiatan pemasaran
Negosiasi. Negosiasi secara awam adalah suatu upaya
komunikasi dalam situasi konflik. Sedangkan definisi dari negosiasi sebenarnya
adalah pembicaraan dengan orang lain dengan maksud untuk mencapai kompromi atau
kesepakatan untuk mengatur atau mengemukakan (oxford dictionary).
Ludlow and Panton (1992) mengatakan bahwa negosiasi
adalah pertemuan antara dua pihak dengan tujuan mencapai kesepakatan atas
pokok pokok masalah yang : 1, penting dalam pandangan kedua belah pihak.
2, dapat menimbulkan konflik di antara kedua belah pihak. Dan 3, membutuhkan
kerjasama kedua belah pihak untuk mencapainya. Kunci utama kegiatan negosiasi
adalah win-win solution. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi negosiasi antara
lain :
- Kekuatan tawar menawa
- Kepentingan kepentingan dalam negosiasi
- Suasana negosiasi
Teknik negosiasi. Adapun tahapan negosiasi
adalah :
- Persiapan. Para negosiator yang sukses memiliki tujuan tujuan umum dan tujuan khusus terlebih dahulu dan menyusun rencana bagaimana mencapai tujuan tujuan tersebut sebelum melakukan negosiasi.
- Proses negosiasi. Yang perlu diperhatikan selama negosiasi berlangsung adalah :
- Strategi negosiasi. Faktor faktor yang harus diingat dan menjadi bahan pertanyaan kita adalah mengenai : bagaimna kita dapat mengubah harapan pihak lain.
- Taktik takti negosiasi.
- Menyatakan tujuan kita dengan jelas dan tegas.
- Membahas pokok persoalan secara objektif dengan sikap yang sopan dan dengan praktis.
- Hindari sikap membela diri atau perasaan tidak aman.
- Hindari pilihan yang lunak karena dapat mengalihkan kita dari tujuan tujuan kita dan menghasilkan penyelesaian yang kurang efektif.
- Apakah semua pihak memahami dengan jelas apa yang telah disepakati?
- Apakah semua pihak berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut?
- Apakah diperlukan pertemuan lain untuk membahas pokok pokok yang kecil
- Bagaimana perasaan kedua belah pihak terhadap kesepakatan yang telah dibuat?
- Mencari penyelesaian. Penyelesaian hanya dapat diperoleh apabila kedua belah pihak mampu dan bersedia untuk mencapai kemajuan. Hal yang perlu kita lakukan adalah :
- Mengakhiri negosiasi. Hal penting lainnya adalah perlunya diputuskan bersama kapan dan bagaimana kesepakatan tersebut dipulikasikan. Sebelum mengakhiri negosiasi pastikan hal hal berikut ini :
Presentasi. Presentasi adalah kegiatan menyampaikan
sesuatu dengan tujuan tertentu. Ludlow dan Panton (1992) menjelaskan beberapa
tujuan presentasi antara lain :
- Untuk mempertujukkan layanan, produk dan sistem
- Untuk membentuk citra, strategi
- Untuk menghibur kolega, orang luar
- Untuk menjual konsep, produk, ide
- Untuk mewakili kelompok, perusahaan, departremen
- Untuk mempromosikan sikap, cara bekerja
- Untuk mengusulkan penyelesaian, konsep baru
Hal utama yang berkaitan dengan persiapan presentasi,
yaitu persiapan bahan dan penampilan. Berikut ini, seperti disampaikan
Hutabarat (1993) :
- Persiapan. Langkah langkahnya berikut ini :
- Susunlah teks berupa makalah beserta lampirannya
- Tentukan media presentasinya
- Buatlah gambar terawang bila memakai OHP
- Bila kita mengerjakan persiapan ini untuk orang lain, tunjukkan apa yang telah kita lakukan pada setiap langkah
- Simpan bahan bahan presentasi tersebut dengan baik
- Menguasai alat yang dipakai
- Memastikan urutan yang benar dari bahan bahan yang akan dipresentasikan
- Mencoba berbagai karakter suara yang kita miliki
- Latihan. Hal yang perlu dianjurkan untuk kegiatan berlatih :
- Presentasi. Ludlow dan kawan kawan (1996) dalam the essence of effective communications, menyajikan teknik teknik presentasi sebagai berikut :
- Penggunaan kata kata. Presentasi adalah penggambaran sesuatu ide melalui kata kata.
- Penampilan. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan adalah : berpakaian pantas, sesuaikan dengan situasi, penampilan necis, bersih dan rapi.
- Penggunaan suara
- Bahasa tubuh. Bahasa tubuh meliputi posisi tubuh kita, menjaga kontak mata, pandangan yang merata keseluruh ruang, gerakan yang sesuai, sederhana, alami, dan harus terkontrol
- Penggunaan alat bantu/visual. Berikut ini beberapa cara menggunakan alat bantu dengan efektif :
- Pastikan bahwa bantuan visual harus kita pakai
- Berdiam dirilah sejenak
- Matikan atau sisihkan alat tersebut setelah kita memberi penjelasan
- Bila kita menggunakan OHP maupun infokus :
- Tatap pendengar
- Bila menekankan sesuatu, jangan tunjuk pada layarnya
- Pastikan semua hadirin dapat melihat layar’
- Tulisan cukup besar untuk hadirin yang duduk dibelakang
- Letakkan transparan dengan benar
- Matikan OHP bila ingin menganti transparan
- Susunlah urutan transparan yang akan ditampilkan dengan benar
- Menguasai apa yang akan dibicarakan
- Bila menggunakan whiteboard/papan tulis :
- Pastikan spidol yang tersedia tidak kering
- Urutkan spidol dalam gemggaman tanggan lain yang leluasa dan letakkan kembali dalam urutan itu
- Berdirilah di sisi kanan tulisan
- Menjawab pertanyaan.
- Akhiri presentasi dengan diam dan duduk
Berbicara di muka umum. Atau lebih dikenal
dengan public speaking dan pidato. Pidato selain bersifat informatif, juga bisa
digunakan sebagai upaya persuasif dalam rangka mendapat dukungan. Karanjia yang
dikurip Moore (1981) perencanaan dan penyusunan pidato eksekutif harus menjadi
bagian dari keseluruhan program humas suatu organisasi. Ia menampilkan empat
langkah untuk menjamin tercapainya tujuan tersebut. :
- Memilih kapan dan dimana
- Putusan apa yang akan dibicarakan
- Tulislah dulu siaran berita
- Sekarang mulailah menyusun pidato
De Vito membagi metode penyampaian dalam public
speaking ke dalam empat metode, yaitu
- Impromptu. Kemampuan dalam menyampaikan pembicaraan impromptu bisa dipupuk melaui kemampuan berbicara di muka umum
- Manuskrip atau naskah. Pembicara membacakan naskah pidato bagi khalayak. Metode ini paling aman digunakan dalam situasi yang menuntut ketepatan waktu dan kata kata yang dipakai
- Menghafal. Metode menghafal sering digunakan bila isi pembicaraan menyangkut kasus kasus yang sensitif atau bila waktu yang disediakan sangat terbatas
- Ekstemporer. Penyampaian dengan metode ini memerlukan persiapan yang menyeluruh, mengingat gagasan gagasan pokok serta urutan kemunculan pesan yang disampaikan. De Vito (1993) sangat menganjurkan metode ini untuk pembicaraan di muka umum (public speaking). Kelebihan metode ekstemporer adalah persiapan yang mendalam, dan pembicara tahu apa yang akan dia katakan, serta telah mematangkan susunan penyampaiannya. Tips yang bisa digunakan dalam metode ekstemporer : a. Hafalkan kalimat kalimat pembuka kurang lebih dua atau tiga kalimat pertama. B. Hafalkan pokok pokok pembicaraan serta urutan penyajiannya. C. Hafalkan kalimat penutup berulang kali dua atau tiga kalimat terakhir dari pembicaraan.
Kegiatan belajar 2
Ananto (1999) tehadap 292 responden yang terdiri
dari pratiksi humus di indonesia, kegiatan humas sebagian besar adalah menulis
dan editing. Komunikasi lisan cenderung face to face, sehingga respon penerima
segera dapat diketahui. Pesan yang disampaikan secara tertulis memiliki respon
yang tertunda sehingga kita tidak bisa dengan segera memperbaiki komunikasi
yang sudah terlanjur disampaikan (secara tertulis).
Efek kegiatan komunikasi dibagi menjadi efek kognisi,
efek afeksi dan efek psikomotoris. Efek kognisi dapat diukur dari bertambahnya
pengetahuan penerima. Afeksi diukur dari penguatan ataupun perubahan sikap.
Sedangkan efek psikomotoris dapat dilihat dari tindakan yang dilakukan oleh
penerima. Pesan pesan yang sifatnya informatif lebih mengharapkan efek kognisi
daripada efek yang lain. Contoh praktik penulisan informatif dalam dunia kehumasan
adalah penulisan press release. Dalam dunia kehumasan suatu pesan disebut
sebagai informatif apabila pesan tersebut memenuhi unsur unsur sebagai berikut
: faktual atau sesuai dengan fakta, bukan rumor, bukan kebohongan, bahkan bukan
hanya cerita khayalan.
Persuasi menurut Kamus Istilah Komunikasi (1979)
adalah proses mempengaruhi sikap, pendapat dan perilaku orang lain dengan
menggunakan manipulasi psikologis sehingga orang tersebut berperilaku seperti
atas kehendak sendiri. Dalam dunia bisnis, penulisan persuasif biasa digunakan
dalam surat permintaan, surat penawaran dan penanganan klaim atau keluhan.
Salah satu bentuk penulisan persuasif adalah iklan yang dimuat di media
cetak. A-A Procedur atau From Attention to Action yaitu penahapan persuasif
yang dimulai dari usaha menumbuhkan perhatian (attention) hingga pada
menggerakkan suatu perbuatan (action) tertentu. Prosedur A-A diuraikan menjadi
formala AIDDA, yaitu akronim dari Attetion, Interest, Desire, Decission dan
Action.
Penuliasan persuasif juga memiliki sistematika sebuah
tulisan pada umumnya yang terdiri dari pembukaan, pembahasan dan penutup. :
- Pembukaan. Berikut ini adalah cara cara yang bisa digunakan sebagai pertimbangan :
- Menceritakan pengalaman pribadi
- Mengutip pendapat pakar yang terkenal (testimoni)
- Mengutip bait lagu yang cenderung populer
- Mengutip teori yang diakui kebenarannya
- Menghubungkan dengan kejadian mutakhir
- Menghubungkan dengan konteks yang sedang melingkupi
- Menceritakan suatu kisah nyata ataupun fiktif dan mitos
- Membuat anekdot dan humor
- Membuka dengan kalimat pertanyaan yang sifatnya provokatif
- Menyimpulkan pesan
- Ucapan terima kasi dan pujian kepada khalayak
- Mengutip kata kata mutiara atau peribahasa
- Mendorong khalayak untuk bertindak
- Pembahasan. Sajikan fakta dan situasi dengan lebih rinci. Terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dan apa yang bisa dilakukan bersama. Ungkapkan rekomendasi atau jalan keluar yang mungkin bisa dilakukan bersama.
- Penuntup. Fungsi utama dibuat adalah untuk memberi kesan klimaks yang positif. Kalimat penutup mestinya bisa memperkuat daya persuasi, yaitu : mendorong kearah perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan. Menutup sebuah pesan persuasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana sampai dengan cara yang lebih panjang, yaitu :
Kegiatan belajar 3
Pada dasarnya yang disebut media audio tidak hanya
audio yang sifatnya pasif, seperti radio saja. Tetapi juga media audio yang
digunakan untuk komunikasi antar personal, seperti telepon dan radio telepon.
Media audio memiliki cirri pesan yang disampaikan bisa ditangkap oleh indera
pendengaran. Kelebihan dan kelemahan masing masing media audio :
- Telepon. Keuntungannya adalah sifatnya yang personal, jauhnya jarak jangkauan dan sifatnya dapat mengirim dan menerima pesan secara langsung. Namun, berbicara ditelepon memerlukan etika tertentu.
- Radio telepon. Alat komunikasi radio ini menggunakan gelombang radio, dimana frekuensinya terbuka untuk public sehingga pembicaraannya tidak bisa dikatakan personal. Penggunaan media radio telepon ini jauh lebih murah tetapi jangkauannya tidak seluar media massa.
- Radio. Radio sebagai media humas diartikan sebagai seluruh jaringan kerja alat alat yang terlibat dalam proses penyiaran yang sifatnya audititif. Kelebihan radio siaran antara lain (suhandang, 2004) :
- Mempunyai daya penyampaian langsung
- Siaran siarannya dapat dikutip dan dinikmati dalam lingkungan keluarga
- Kombinasi dialog
- Pesawat penerimanya relative murah dan merakyat
- Sifatnya sepintas sehingga membutuhkan penangkapan dan pengertian pendengarnya secara cepat dan akurat
- Gangguan cuaca dan gangguan teknis merupakan faktor yang menyembabkan pesan kurang efektif dan juga bias
- Pendengar radio adalah khalayak yang sangat heterogen dari sisi demografi dan psikografis.
Mensiasati kelebihan dan kelemahan radio siaran
sebagai media komunikasi humas maka praktisi humas perlu mempertimbangkan
naskah siaran yang baik, yaitu naskah siaran ditulis secara :1) Jelas
(clearity), 2) lincah (vividness), 3) aneka ragam (variety)
Media audio visual merupakan gabungan media audio dan
media visual. Contohnya adalah media televisi dan film.
- Televisi. Televisi dipahami sebagai serangkaian peralatan yang terlibat dalam aktivitas penyiaran, namun penyampaiannya secara audio visual. Televisi merupakan medium telekomunikasi yang memiliki jangkauan luas dan serempak menuju pada khlayak yang banyak. Pesan melalui televisi bisa dimengerti oleh mereka yang buta huruf, maupun berbeda bahasa. Fungsi media massa yang bersifat memberi informasi, mendidik dan menghibur dapat dengan lengkap dijalankan oleh televisi. Kelemahan televisi lebih pada perlakuan masyarakat yang memanfaatkan televisi lebih sebagai media hiburan.
- Film. Satu hal yang disenangai para praktisi humas terhadap film adalah kendali pengontrolan yang kuat. Film bagi humas merupakan media komunikasi, instruksi, riset dan sebagainya.melalui film, humas dapat menyampaikan pesanpesannya. Tidak hanya film dokumenter, film cerita juga merupakan media yang efektif bagi tujuan humas.
Modul 8
Penerapan humas dalam berbagai organisasi
Kegiatan belajar 1
Setelah orde baru tumbang. Orde reformasi tampaknya
ingin mengembalikan kehidupan politik yang dinamis dan demokratis di indonesia.
Humas di pemerintahan. Presiden amerika serikat
Abraham Lincoln (1864) pernah mengatakan. Let the people know the facts, and
the country will be safe. (dikutip oleh sulivan). Menurut lincoln pemerintah
bertanggungjawab kepada rakyat untuk segala kebijakan, peraturan serta berbagai
keputusan yang dibuat. Mike McCurry, mantan skretaris pers presiden Bill
Clinton mengatakan, pemerintah punya begitu banyak informasi, sehingga mereka
perlu sebuah cara yang efektif untuk menyampaikannya kepada rakyat. Di negara
negara maju, bagian humas dipemerintahan biasa disebut dengan press office.
Stepen stockwell (2000) menyatakan bahwa pada
prinsipnya kegiatan kehumasan di pemerintahan merupakan pekerjaan pekerjaan
untuk mengelola tiga hal, yaitu :
- Mengelola hubungan dengan media guna menyampaikan informasi.
- Mengelolah kegiatan kegiatan lobbying yang dilakukan oleh berbagai kelompok.
- Mengelola teknik kampanye dalam pemilu sebelum sebuah pemerintahan baru terbentuk.
Cutlip, Center dan Broom (1985) menyatakan bahwa tugas
humas pemerintahan yang utama adalah :
- Active cooperation on action programs (mensosialisasikan program program pemerintah agar dapat dukungan penuh dari rakyat.
- Compliance in regulatory programs (mengkampanyekan peraturan peraturan pemerintah serta perundangan undangan baru agar diketahui dan dipatuhi masyarakat.
- Voter support fot the incumbent administration’s policies (mengupayakan agar pemilih mendukung kebijakan kebijakan pemerintah yang tengah berkuasa.
Seorang politikus, Mordecai Lee menyatakan bahwa
praktik kehumasan yang profesional dan kredibel di lembaga pemerintahan akan
memberikan kontribusi yang cukup besar hal hal berikut ini :
- Penerapan kebijakan politik
- Membantu media massa meliput kegiatan pemerintahan
- Melaporkan kepada masyarakat akan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah
- Meningkatkan kerjasama dan rasa saling percaya antar bagian di dalam lembaga pemerintahan itu sendiri
- Meningkatkan sensitivitas pemerintah terhadap apa yang diinginkan publik
- Memobilisasi dukungan terhadap pemerintah
Ada tiga macam kegiatan utama humas pemerintah, yaitu
:
- Segala hal yang berhubungan dengan bagaimana menjalin kerjasama yang baik dengan pihak media
- Segala hal yang berkaitan dengan penyampaian dan menggalang dukungan dari masyarakat untuk berbagai program dari kebijakan serta peraturan dari pemerintah
- Membantu pemerintah yang tengah berkuasa mendapatkan dukungan dari masyarakat
Perencanaan perencanaan yang harus segera disusun oleh
pihak humas meliputi :
- Membuat perencanaan program humas yang komprehensif tentang bagaimana agar masyarakat mendukung program program
- Membuat perencanaan program humas yang komprehensif yang berkenaan dengan perubahan pemerintahan
- Membuat program program humas yang komprehensif untuk menginformasikan berbagai bentuk pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah
Humas di partai politik. Salah satu area yang cukup
menjanjikan bagi perkembangan humas komunikasi politik adalah apa yang biasa
dikenal sebagai election campaign. Kampanye semacam ini dilakukan di seputar
waktu menuju pemelihan umum (general election) baik di tingkat nasional maupun
lokal. Sebuah kampanye politik biasa ditangani oleh profesional profesional
yang disebut sebagai campaign directors. Tugas tim sukses adalah menciptakan
sebuah citra yang positif bagi kandidat politik yang ditanganinya.
Stephen Stockwell (2000) membagi kampanye politik
menjadi dua, yaitu : 1) insurgent campaign adalah kampanye politik untuk
calon/kandidat yang ingin memenangkan sebuah kedudukan politik, dan 2)
incumbent campaign adalah kampanye politik untuk calon atau kandidat yang
tengah memegang kedudukan politik tertentu dan ingi mempertahankannya. Ada
beberapa hal mendasar yang harus dilakukan yaitu :
- Menciptakan positioning bagi kandidat. Positioning adalah sebuah upaya untuk menciptakan citra tertentu bagi sebuah produk yang membedakannya dengan produk lain. Menurut Witherspoon (dikutip dalam Stockwell, 2000) ada hal hal yang perlu dicermati oleh tim sukses, yaitu :
- Identifikasi. Identifikasi adalah menciptakan sebuah merek bagi kandidat sehingga pemilih mudah mengidentifikasikannya.
- Biografi. Dokumentasi yang komprehensif tentang diri kandidat dan keluarganya.
- Definisi Isu. Menciptakan satu tema kampanye yang bisa merangkum semua program program kandidat.
- Serangan. Serangan diartikan dalam hal melakukan black campaign terhadap lawan politik kandidat, melainkan berusaha menonjolkan kelebihan kelebihan program program kandidat yang kita tangani.
- Komparasi atau perbandingan. Disini tim sukses berupaya untuk membuat perbandingan antara program program kerja yang ditawarkan kandidat kita dengan program program kerja kandidat lawan.
- Mengetahui perilaku memilih pada pemilu yang lalu
- Mengetahui perilaku memilih pemilih pemula yang biasanya masih sulit ditebak (swinging voters)
- Mengetahui keinginan atau kepedulian dari para pendukung partai partai kecil
- Melakukan penelitian terhadap kehidupan kandidat lawan
- Mempersiapkan kandidat kutipan langsung (direct quote) yang pendek namun menarik dan komprehensif untuk media massa
- Membuat press release untuk media massa
- Menjalin hubungan personal yang baik dengan wartawan khusunya wartawan politik
- Memberikan nomor telpon yang bisa dikontak wartawan 24 jam dalam sehari
- Menjalin hubungan baik dengan orang orang media yang lain (selain wartawan) seperti editor senior
- Menjalin hubungan baik dengan figur figur atau tokoh tokoh masyarakat lain yang sering muncul di media massa
- Dialog langsung dengan masyarakat
- Menggunakan direct mail. Prinsip prinsip lain dalam penulisan direct mail adalah :
- Surat hendaknya tidak terlalu panjang, satu lembar saja cukup
- Gunakan pilihan kata kata yang sederhana
- Gunakan pilihan kata yang personal
- Sampaikan kepedulian anda pada isu isu lokal
- Buatlah pesan anda konsisten dengan keseluruhan tema kampanye yang anda lakukan
- Menggunakan telemarketing. Telemarketing adalah upaya menawarkan produk barang maupun jasa langsung kepada konsumen yang dikehendaki melalui telepon. Karena kandidat tidak mungkin melakukan pembicaraan melalui telepon seorang diri maka yang harus dilakukan adalah :
- Memberikan training yang cukup kepada sukarelawan yang akan melakukan telemarketing
- Mendirikan posko informasi yang dilengkapi dengan sistem komputer yang terintegrasi dengan telepon
- Melakukan riset. Penelitian penelitian untuk kepentingan kampanye biasanya bertujuan untuk :
- Media management. Para pemilih adalah orang orang yang tidak mengenal mereka yang dipilihnya secara personal. Beberapa hal yang mendasar yang harus dilakukan tim sukses dalam mengorganisasikan liputan media massa adalah :
- Mengelola upaya kontak langsung dengan pemilih (direct voter contact). Beberapa cara yang bisa digunakan untuk menjalin kontak langsung dengan calon pemilih :
Kegiatan belajar 2
Organisasi bisnis atau yang bisa disebut dengan
organisasi profit (profit oriented organization) adalah salah satu bentuk
organisasi yang semakin banyak menggunakan jasa humas dalam kegiatannya sehari
hari.
- Isu, humas dan perusahaan. Menurut grunig dan Hunt (1984) isu adalah, topics around which publics are farmed. Sedangkan Heath dan Nelson (1986) melihatnya sebagai, a contestable question of fact, value or policy. Heath (1997) sendiri berpendapat bahwa isu merupakan dispute between parties based on gaps in facts, values or policies. Steve Mackey (2000) mengakui bahwa isu sulit untuk didefinisikan karena banyak hal bisa disebut sebagai isu sosial. Dari Mackey kita mendapatkan kata kunci ideas dan attitude atau ide ide dan sikap manusia terhadap suatu hal. Dalam banyak literatur penanganan isu secara profesional oleh perusahaan kini disebut sebagai penerapan management isu (issues management) yang manfaatnya mulai banyak dirasakan. Menurut Grunig (1984) dan Heath (1997) penanganan isu bisa dibagi menjadi beberapa tahap yaitu :
- Tahap 1 : issues identification. Mengindentifikasi isu isu apa saja yang tengah beredar di masyarakat.
- Tahap 2 : issue analysis. Menganalisis isu berdasarkan urgensinya.
- Tahap 3 : issue classification. Mengklasifikasikan isu berdasarkan bentuk dan jenisnya.
- Tahap 4 : issue prioritization. Membuat daftar prioritas isu.
- Tahap 5 : determine strategy options. Membuat beberapa alternatif pilihan penanganan isu.
- Tahap 6 : issue (s) action programs. Merencanakan dan melaksanakan penanganan isu yang telah dipilih pada tahap lima.
- Tahap 7 : issue management evaluation. Mengevaluasi langkah langkah yang telah diambil.
- Annual reports (laporan tahunan). Laporan tahunan adalah sebuah bentuk laporan keuangan yang memuat segala transaksi keuangan dalam setahun.
- Annual general meeting. Adalah pertemuan tahunan para pemegang saham
- Humas dan tanggungjawab sosial organisasi. Isu tentang corporate social resposibility atau yang di indonesia kan menjadi tanggungjawab sosial perusahaan (TSP). Organisasi dan lingkungan yang ada di sekitarnya merupakan satu bentuk hubungan yang saling tergantung, dalam beberapa hal lingkungan tergantung pada organisasi. Dan begitu pula sebaliknya, sebuah konsep yang oleh Preston dan Post (1975) disebut sebagai interpenetrating system. Menurut David C.H Johnston ada beberapa aspek yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan karena kehadiran sebuah organisasi di sebuah lingkungan tertentu : dampak ekonomi, kualitas produk, hubungan dengan konsumen, dampak lingkungan hidup, konservasi energi, hubungan dengan karyawan dan hubungan dengan komunitas.
- Humas dan financial relations. Grunig dan Hunt (1984) bahkan mengidentifikasikan empat publik lain yang tergolong dalam financial relations yaitu : a) current shareholders, b) prospective shareholders (kelompok kelompok yang dianggap potensial untuk menjadi pemegang saham di kemudian hari, c) the financial community seperti bankir, d) financial media. Beberapa cara untuk menjalin hubungan dengan para investor dan pemegang saham yang disampaikan oleh Harris (2000) adalah :
- Humas dan lobbying. Moloney (1997) mendefinisikan lobbying sebagai persuasive activity to change public policy in favour of an organization by groups of people who are not directly involed in a political process. Dengan lobbying perusahaan berupaya untuk menyampaikan kepentingan kepentingan mereka sehubungan dengan akan diberlakukannya sebuah peraturan baru atau perundang undangan. Kegiatan melobi memerlukan data contact person dan orang berpengaruh di berbagai bidang yang cukup lengkap serta harus selalu diperbaharui dari waktu ke waktu.
Kegiatan belajar 3
Organisasi sosial adalah organisasi yang bertujuan
tidak mencari keuntungan (not for profit organization). Baskin & Aronoff
(1997) mengatakan bahwa salah satu kegiatan utama organisasi sosial seperti
asosiasi profesi, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, rumah sakit adalah
berkomunikasi dengan para anggotanya, pemerintah, dan publik eksternal.
Humas asosiasi profesi. Asosiasi profesi (proffesional
associations) merupakan organisasi yang aktivitasnya tergantung dari anggota.
Baskin dan Aronoff (1997) menyebutkan bahwa keberadaan humas dalam organisasi
semacam ini berfungsi untuk membangun komunikasi antara organisasi dengan
anggotanya dan juga mereka yang bukan anggota. Peran humas dalam asosiasi
profesi dapat dideskripsikan sebagai berikut (Baskin & Aronoff) :
- Menyiapkan dan mendistribusikan bahan informasi kepada media
- Menyiapkan dan menyebarkan bahan bahan untuk pendidikan masyarakat dalam bentuk publikasi, film, audio visual
- Menyelenggarakan kegiatan pertemuan profesi, seminar dan pameran
- Mengelola hubungan dengan pemerintah, termasuk menerjemahkan aturan aturan pemerintah
- Mengumpulkan dan mempublikasikan data, hasil kajian organisasi profesi
Humas organisasi buruh. Baskin dan Aronoff (1997)
menambahkan bahwa peran humas dalam organisasi buruh diperlukan untuk
menyebarluaskan publikasi, siaran pers, loby dengan pihak pihak perusahaan atau
pemerintah.
Humas rumah sakit. Publik rumah sakit menurut
Baskin dan Aronoff (1997) dapat dikategorikan sebagai berikut : pemerintah,
lembaga bisnis, pekerja non profesional, pekerja profesional, dokter, pasien.
Humas organisasi keagamaan. Organisasi keagamaan
memerlukan publikasi bagi kegiatannya, karena itu humas menjadi bagian penting
dari organisasi semacam ini.
Humas organisasi pendidikan. Publik internal adalah :
pengajar (guru, dosen), murid atau mahasiswa, pegawai administrasi, orang tua
mahasiswa, alumni. Publik eksternal adalah : pemerintah daerah atau pemerintah
pusat, sekolah atau perguruan tinggi lain, perusahaan perusahaan, lembaga
keagamaan, lembaga hukum, organisasi guru, masyarakat sekitar.
Humas organisasi fund raising. Organisasi fund raising
adalah organisasi yang kegiatannya memberi bantuan pada masyarakat berupa
bantuan dana, pendampingan, penyadaran, pendidikan tentang suatu masalah atau
bidang tertentu seperti hukum, lingkungan, kesehatan. Fund raising lebih
mengedepankan pada upaya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk peduli
pada berbagai persoalan seperti lingkungan, hukum, kesehatan, diskriminasi pada
kelompok seperti masyarakat miskin dan perempuan.
Modul 9
Profesionalisme dan etika humas
Kegiatan belajar 1
Professional adalah pelakunya dan profesionalisme
adalah suatu sikap atau idealism. Profesi berasal dari kata professues (latin)
yang berarti suatu kegiatan atau pekerjaan yang semula dihubungkan dengan
sumpah dan janji. Masyarakat kita mengartikan profesi sebagai suatu
keterampilan atau keahlian khusus yang dimiliki seseorang sebagai suatu
pekerjaan atau kegiatan utama yang diperolehnya lewat jalur pendidikan atau
pengalaman. Professional adalah seseorang yang memiliki kemampuan teknis dan
operasional yang diterapkan secara optimum dalam batas batas etika profesi.
Seseorang yang bisa digolongkan dan dikatakan sebagai seorang professional
adalah a person who does something with great skill.
Sikap dan kemampuan seorang professional bisa disebut
sebagai profeionalisme, yakni mampu bekerja atau bertindak melalui pertimbangan
yang matang dan benar dalam memberikan pelayanan tertentu berdasarkan
klasifikasi pendidikan dan pelatihan, serta memiliki pengetahuan memadai dan
dapat membedakan secara etis mana yang dapat dilakukan dan mana yang tidak
dapat dilakukan sesuai pedoman kode etik profesi (ruslan, 1002). Ciri cirri
atau karateristik khusus tertentu, antara lain :
- Memiliki skil atau kemampuan yang tidak dipunyai oleh orang umum lainnya
- Memiliki tanggung jawab profesi dan integritas pribadi
- Memiliki jiwa pengabdian pada public atau masyarakat dan dengan penuh dedikasi
- Menjadi salah satu anggota profesi akan sangat membantu
Siebert dkk dalam Dahlan (1999) berpendapat
bahwasannya suatu bidang disebut sebagai profesi apabila : 1) memiliki body of
knowledge, 2) memiliki kode etik profesi, 3) adanya kontrol akses yang tertutup
bagi orang yang ingin memasukinya. Body of knowledge atau badan pengetahuan
bisa ditunjukkan dengan terumuskannya suatu model kerja ataupun model kerangka
berpikir sebuah bidang kerja. Kode etik adalah suatu perangkat pedoman tingkah
laku yang mengikat semua anggota profesi. Kontrol akses yang tertutup adalah
adanya upaya yang dilakukan oleh utamanya organisasi profesi untuk menyeleksi
dan atau member criteria bagi orang yang ingin menjadi professional.
Mengevaluasi hal hal berikut ini :
- Sebagai sebuah bidang kerja, humas telah memiliki body of knowledge
- Memiliki kode etik
- Kontro akses yang tertutup
Beberapa persoalan penting yang saat ini
dihadapi humas adalah :
- Masih sedikitnya organisasi yang member posisi humas di tingkat korporat
- Evaluasi manajemen (eksekutif) puncak terhadap kerja humas yang masih buruk
- Diragukannya pendidikan humas dalam menyiapkan atau mendukung humas yang strategis
Kegiatan belajar 2
Organisasi profesi merupakan suatu wadah para
professional di dalam mengembangkan dan mengadakan suatu studi profesi.
Berdasarkan organisasi yang sudah ada, organisasi humas bisa dibedakan menjadi
tiga. 1) organisasi yang menghimpun para praktisi humas secara umum. 2)
organisasi yang menghimpun perusahaan humas (konsultan humas). 3) organisasi
yang menghimpun para praktisi humas yang dibedakan berdasarkan jenis
perusahaannya. Tahun 1948 di amerika telah terbentuk suatu wadah yang dinamakan
public relations society of amerika (PRSA). Di Indonesia sendiri pada
tahun 1972 yaitu perhimpunan hubungan masyarakat Indonesia (PERHUMAS).
Para praktisi humas di Indonesia mendirikan
perhimpunan hubungan masyarakat Indonesia (PERHUMAS) di Jakarta pada tanggal 15
desember 1972. Tujuan perhumas adalah sebagai berikut :
- Meningkatkan perkembangan dan keterampilan professional hubungan masyarakat di Indonesia
- Memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai hubungan masyarakat
- Meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman di antara para anggotanya
- Menyelenggarakan hubungan dengan organisasi organisasi serumpun dengan bidang hubungan masyarakat, di dalam maupun di luar negeri
Pada tahun 1997 perhumas memprakarsai berdirinya
organisasi humas di asia tenggara yakni federation of ASEAN public relations
organization (FAPRO) di kuala lumpur. Beberapa kegiatan perhumas antara lain :
- Menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk bersama sama mengembangkan pendidikan humas
- Menjalin kerja sama dengan perusahaan perusahaan dan lembaga lembaga
- Menerbitkan jurnal perhumas yang berisi tentang aktivitas organisasi dan tulisan para pakar tentang humas dan komunikasi
- Setiap tahun perhumas menyelenggarakan konvensi nasional
Asosiasi perusahaan public relations (APPRI). Berdiri
pada tanggal 10 april 1987 di Jakarta dan bersifat independent. Tujuan APPRI
adalah sebagai berikut :
- Menghimpun, membina dan mengarahkan potensi perusahaan public relations nasional
- Mewujudkan fungsi public relations yang sehat, jujur dan bertanggung jawab sesuai kode praktik dank ode etik yang lazim berlaku secara nasional dan internasional
- Mengembangkan dan memajukan kepentingan asosiasi dengan memberikan kesempatan kepada para anggota untuk konsultasi dan kerjasama
- Member informasi kepada klian bahwa anggota APPRI memenuhi syarat untuk memberikan nasihat dalam bidang public relations dan akan bertindak untuk klien menurut kemampuan profesionalnya
- Merupakan sarana untuk para anggotanya dalam soal soal kepentingan usahan dan profesi
- Merupakan medium bagi masyarakat umum untuk mengetahui mengenai pengalaman dan kualifikasi para anggotanya
- Membantu mengembangkan kepercayaan umum atas jasa public relations
Organisasi organisasi humas di Negara eropa berkumpul
dalam satu wadah organisasi di tingkat eropa, yakni federation associated
public relations organization (FAPRO). Berikut beberapa organisasi profesi
humas di amerika dan inggris (Black, 1992) :
- Public relations society of amerika (PRSA). PRSA berkantor pusat di new York, berdiri pada tahun 1047. Tujuan didirikan PRSA adalah :
- Untuk menyatukan mereka yang melakukan kegiatan di bidang humas
- Untuk mempertimbangkan segala masalah yang dihadapi bidang kehumasan
- Untuk merumuskan, memajukan, mejelaskan kepada kelompok kelompok usaha, professional, dan lain lain
- Untuk memperbaiki hubungan pelaksana humas dengan para majikan dank lien
- Untuk memajukan dan berusaha mempertahankan standar yang tinggi mengenai pelayanan umum dan tingkah langku
PRSA memiliki program tahunan, yakni pemberian
penghargaan gold anvil award (GAW).
- Institute public relations of british (IPR). IPR berada di inggris dan didirikan pada tahun 1948 oleh sekelompok pegawai humas dari pemerintah pusat, local, kalangan industry dan sector perdagangan. Tujuan IPR adalah sebagai berikut :
- Untuk memajukan perkembangan humas demi kepentingan praktik tersebut di bidang perdagangan, industry, pemerintah local dan pusat, perusahaan perusahaan nasional professional
- Untuk mendorong dan memupuk ketaatan pada standar professional yang tinggi bagi para anggotanya dan untuk menetapkan serta merumuskan standar standar semacam itu.
- Untuk mengatur pertemuan, diskusi, konferensi dan lain lain mengenai masalah yang menjadi kepentingan bersama dan secara umum untuk bertindak sebagai wadah bagi pertukaran gagasan mengenai praktik kehumasan
- Menyediakan jalur bagi pertukaran gagasan dan pengalaman professional antara mereka yang berurusan dalam kegiatan humas mengenai kepentingan internasional
- Mengadakan suatu rotasi / perputara apabila anggotanya setiap saat memerlukan pemberitahuan dan bimbingan
- Membantu mencapai kualitas tertinggi tentang praktik kehumasan
- Meningkatkan praktik kehumasan di semua bidang kegiatan di dunia dan memajukan nilai nilai dan pengaruhnya melalui promosi ilmu pengetahuan
- Meninjau dan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang mempengaruhi praktik kehumasan yang biasa terjadi di berbagai Negara
- International public relations association (IPRA). IPRA merupakan organisasi humas di tingkat internasional, terbentuk pada bulan mei tahun 1955 dalam suatu pertemuan di Stratford upon avon dengan tujuan sebagai berikut :
Kongres pertama IPRA diselenggarakan di brussel pada
bulan juni 1958.
Kegiatan belajar 3
Etika berbeda dengan moral. Menurut Ruslan (1995),
moral adalah suatu system nilai tentang bagaimana menjalankan hidup dengan
membedakan antara yang baik dengan yang buruk selaku individu dan anggota
masyarakat. Kraf (1991) menyebut moralitas adalah tradisi kepercayaan dalam
agama atau kebudayaan tentang perilaku yang baik dan buruk. Moralitas
memberikan suatu petunjuk dalam bentuk bagaimana seharusnya bertindak (das
sollen). Sedangkan etika lebih banyak menyinggung nilai nilai atau norma norma
moral yang bersifat menentukan atau sebagai pedoman sikap tindak atau perilaku
dalam wujud yang lebih konkrit (das sein). Terdapat dua macam etika (Ruslan,
1995) :
- Etika deskriptif. Yaitu etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan pola perilaku manusia serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai
- Etika normative. Yaitu etika yang menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini (Keraf, 1991).
Kode etik profesi dikeluarkan oleh organisasi humas
dan sifatnya mengikat para anggotanya. Jadi apabila di tiap tiap Negara ada
organisasi profesi maka masing masing akan memiliki kode etik sendiri. Kode
etik humas internasional inilah yang selanjutnya diratifikasi oleh beberapa
organisasi profesi humas di Negara Negara yang memiliki organisasi profesi. Hal
hal yang diatur dalam kode etik profesi humas berkaitan dengan hubungan antara
humas dan para publiknya, antara lain meliputi :
- Sikap dan perilaku yang bermoral tinggi
- Integrasi pribadi
- Hal yang diperbolehkan dan yang dilarang atau hak dan kewajiban sebagai praktisi humas
Kode etik memang lebih bersifat fakultatif (longgar)
yang tidak secara apriori wajib dipatuhi sehingga bila terjadi pelanggaran,
suatu teguran atau sanksi dari organisasi yang mengeluarkan kode etik tersebut
sudah dianggap cukup.
https://iskandarh3.wordpress.com/2012/10/25/hubungan-masyarakat/
