Jangan Lupa Backup Data
Kehilangan data pada sebuah komputer
sebenarnya adalah sesuatu yang lumrah dan bisa terjadi kapan dan dimana
saja. Tidak peduli apakah kehilangan data tersebut karena human error
atau karena kondisi komputer yang tidak normal. Dalam beberapa kasus
ada data yang hilang namun masih bisa di selamatkan, dan ada juga data
yang raib untuk selama-lamanya.
Dan untuk kasus kasus tertentu tidak jarang kita sebagai teknisi begitu
sulit menjelaskan kepada konsumen (pemilik data) kronologis dan sebab
syarat hilangnya sebuah data. Apalagi jika komputer atau laptop
sebelumnya masih terlihat normal normal saja (sebelum di instal ulang).
padahal yang sebenarnya adalah dalam proses Instal ulang-lah sebuah
komputer akan menujukan kondisi mesin (spare part) yang sebenarnya.
Bermula dari sebuah laptop sebulan yang lalu, tepatnya
tanggal 9 Desember 2012. Seorang kawan meminta saya utk datang kerumahnya
guna memerika komputer kerjanya. Saran saya saat itu adalah mengganti total
semuanya, dan ia setuju. Di ujung pertemuan,
atas saran saya lagi, sebuah laptop lainnya saya bawa untuk di instal ulang. Setelah mengecek laptop ,
saya tidak menemukan sesuatu yg menjadi alasan laptop untuk di instal ulang,
yang terlihat cuma kerusakan fisik LCD yg kata pemiliknya sudah terjatuh
beberapa hari sebelumnya. Setelah
membackup data seperlunya maka
babak pertama dalam episode kepanikan akan di mulai..!
Proses instalasi berjalan normal malah bisa dikatakan
sangat memuaskan. Tidak perlu pakai trik
tipu daya yang biasa digunakan saat
berhadapan dengan komputer yang bersegel
lem biru heheheh. Kesimpulannya itu laptop memang masih aman aman saja
sehingga prosedur full backup gak perlu dipakai karena hanya akan membuang
waktu saja. Setelah Laptop restart untuk
terakhir kali dan kini siap untuk masuk ke windows ternyata bios melaporkan
bahwa os tidak ditemukan...!!
Apakah saya kaget dengan laporan bapak bios.....? Tentu saja tidak, hal seperti ini juga biasa
terjadi dengan bermacam-macam alasan mulai dari proses instalasi yg kacau
sampai dengan kemungkinan hardisk yg kondisinya sudah buruk. Tentu saja saat
itu saya tidak berfikir kearah kondisi hardisk yg buruk disebabkan karena
proses instalasi yg sangat sempurna. Dan untuk
diketahui laptop yg saya tangani secara fisik masih mulus dan tergolong
masih baru.

Penangan pertama adalah dengan teknik repair dengan tujuan
membuat file booting namun tidak berhasil sebab tetap saja os tidak terbaca
dalam laporannya.
Dengan terpaksa saya
kembali instal ulang dengan os yg berbeda dari sebelumnya, dan hasilnya
sama bahwa os tidak ditemukan..!
Jangan bertanya lagi saya kaget atau
tidak,
karena jelas
saya akan kaget hihihi. Ini adalah sesuatu
yang diluar dugaan
sebelumnya. Coba
Instal ulang lagi dengan os yang berbeda
sampai lima kali tetap tidak ada perubahan.
"Ini baru masalah" pikir saya.
Dan
suara merdu pemilik laptop yg mengatakan bahwa
laptopnya pernah jatuh
terngiang
di telinga tanpa di undang.
Setelah yakin, faktor penyebabnya adalah hardisk, yang pertama saya lakukan adalah mengganti
partisi sistem, dan hasilnya memang terlihat bahwa kemudian os bisa terbaca dan loading. Namun
keberhasilan ini menjadi sangat tidak berati karena harus dibayar dengan kehilangan data yg
harganya jauh di atas harga laptop. Inilah babak kedua permasalan yang bukan
saja menimbulkan kekagetan namun ditambah dengan kepanikan tingkat tinggi..!
Bagaimana tidak panik, dua partisi lain yg jelas jelas tidak pernah di utak
atik kini bergabung menjadi satu. Dan
tentu saja akibat yang ditimbulkannya saya terpaksa tidak keluar kerja hari itu
agar fokus menormalkan kembali.
Menormalkan disini bukan berarti memisahkan kembali partisi yang
bergabung, melainkan mengembalikan data satu partisi yg besarnya minta
ampun..!! Hari itu
tiada makanan yang terasa lezat dan tiada obat tidur yg bisa meniduri saya..hihihi
"Data yg hilang sanga
t mempengaruhi
karier dan kinerja pemiliknya", begitu alasan pemilik yang membuat saya semakin
di dera ketakutan dan rasa bersalah.
Dan
tentu saja karena sesungguhnya
saya
tidak yakin bisa mengembalikan data itu sebagian apalagi sepenuhnya.
Sebab kasus yang sama pernah terjadi, dan
seorang yang saya anggap
lebih senior juga tidak mampu berbuat banyak.
Terbayang
bagaimana wajah bos finance terkemuka itu bermuram durja dan kecewa.
Dan hal yang sama kini terjadi lagi, bedanya kalo yang dulu saya
berperan sebagai aktor pembantu, dan sekarang sekarang saya adalah aktor
utama yg bertanggung jawah penuh sebagai calon terdakwa qiqiqiqi
Ini bukan masalah data yang hilang karena terdelete di recycle bin, atau data yg jelas jelas terformat, melainkan data yg
disebabkan kondisi hardisk yang sudah
buruk. Sehingga perintah DOS
terbaca terbalik dari perintah yang sebenarnya.. Dan parahnya lagi hardisk kini sudah terintal ulang dengan partisi dan os yang
baru. Dan saya hanya mampu mengucapkan Insya Allah tanpa ada
makna. Hanya satu yang membuat saya untuk tetap bersemangat berusaha yaitu
karena pemilik data adalah sahabat terbaik saya. Di sinilah mungkin kunci keberhasilan
sebuah pekerjaan, bahwa keikhlasan dalam bekerja lebih
terasa
dampak dan hasilnya dibandingkan dengan sesuatu yg diniatkan semata mata
demi
sebuah materi misalnya...
Sebuah tanggung jawab moral dan profesi
kini siap hendak dibuktikan.
sumber : http://jujurdanamanah.blogspot.co.id/2013/01/jangan-lupa-backup-data-anda.html